Tiga Ciri Industri Kecil Dan Sederhana

Tiga Ciri Industri Kecil Dan Sederhana – Industri kecil yaitu usaha ekonomi yang tersebar luas diseluruh daerah, beberapa besar dilaksanakan oleh golongan ekonomi lemah. Oleh karenanya, industry kecil mutlak peranannya di dalam pemerataan, berasal dari perluasan penyerapan tenaga kerja, pengembangan peluang berusaha, hingga mendorong perkembangan ekonomi.Tumbuhnya para wiraswasta yang lebih dari satu dapat jadi pengusaha menengah. Dalam rangka menaikkan penerimaan devisa dan penghematan devisa, industri kecil sanggup berperan didalam penyediaan product substitusi impor serta meningkatkan produk ekspor.

Kedudukan manusia dalam suatu dunia usaha sangat pilih gara-gara posisinya tak hanya sebagai objek juga subjek dalam proses perolehan hasil usaha. Oleh karena itu hidup matinya suatu dunia usaha, aspek manusia benar-benar menentukan. Pentingnya aspek manusia dalam dunia usaha, maka perlu memperoleh perhatian yang lebih besar agar mampu tingkatkan energi saing di dalam dunia usaha. Sementara eksistensi manusia dalam dunia usaha belum seutuhnya ditopang bersama dengan kemampuan, keterampilan sesuai bidang
usaha yang dipnyuai, dan juga situasi inilah yang menyebabkan para pengusaha tidak cukup sanggup beradu disegmen pasar tenaga kerja. Memperhatikan fenomena berikut maka harus pembelajaran secara simultan cocok bidang bisnis yang dikembangkan, baik terhadap usaha industri kecil maupun menengah.

 

Tiga Ciri Industri Kecil Dan Sederhana

Definisi Industri Kecil

 

1. Menganut Mubyarto

Industri kecil dan industri pedesaan biasanya tidak sanggup dipisahkan dikarenakan keduanya memperlihatkan beberapa persamaan. Industri pedesaan kebanyakan merupakan industri kecil yang target utamanya yakni menambah penghasilan keluarga.

 

2. Berdasarkan Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku independent dan juga tak pernah menggantungkan diri pada barang siapa juga, tidak dulu terdengar suara dan juga tuntutan- tuntutanya gara-gara mereka terlampau lemah serta tidak mempunyai akses ke media massa.

Tak pernah terhitung menuntut fasilitas yang diberikan berasal dari pemerintah, tak mengetahui dan juga tidak kemungkinan sanggup sadar instrumen canggih serta serba abstrak, tetapi tinggi penghasilanya.

 

3. Menurut Depperindag

Industri kecil yakni sebagai industri kecil yang membawa nilai investasinya sepenuhnya sampai dengan Rp 200 juta di luar tanah dan bangunan. Hal tersebut di sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 

4. Merujuk Bank Indonesia

Industri kecil adalah jika sebuah nilai aset tak terhitung tanah juga bangunan berjumlah tak melebihi dari Rp.600 juta. Dalam hal ini kepemimpinan Bank Indonesia termasuk menentukan bahwa industri kecil sedikitnya 50 persen modal usaha dimiliki pribumi serta sebagian pengurus bisnis selanjutnya yaitu pribumi.

 

5. Menurut Badan Pusat Statistik

Industri kecil yakni sebuah industri yang hanya mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik serta pekerja keluarga yang tidak guna dibayar. Perusahaan industri yang membawa tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri tempat tinggal tangga.

Di didalam UU No.9 /1999 ditetapkan bila usaha kecil yakni satu bisnis yang miliki nilai asset neto (tak juga tanah serta bangunan) yang melebihi Rp 200 juta, ataupun penjualan per th. tidak lebih besar berasal dari Rp 1 miliar.

 

Kelompok Industri Kecil

Departemen Perindustrian mengkategorikan industri kecil dalam tiga model yakni :

Industri Kecil Tradisional memiliki ciri – ciri sebagai tersebut :

Lokasi di daerah-daerah perdesaan.

Mesin yang dimanfaatkan juga alat kelengkapan modal cuma relatif sederhana.

Aksesnya untuk meraih maupun menggapai pasar di luar lingkungannya yang berdekatan terbatas.

Metode teknologi yang dipakai sederhana.

Dilibatkan didalam sistem mengolah besar serta menengah bersama metode pemasaran domestik serta ekspor.

Menggunakan teknologi tatanan madya (intermediate process technology).

Memakai mesin spesifik juga alat perlengkapan lainnya.

Memiliki sekala memproses yang terlampau terbatas.

 

Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar ini meliputi beraneka industri kecil yang terlampau begitu banyak ragam terasa dari industri kecil yang pakai teknologi didalam tatanan madya ataupun teknologi metode maju.

Kecuali membawa potensi untuk dapat sedia kan lapangan kerja dan peluang guna beroleh penghasilan bagi kelompok berpenghasilan rendah lebih-lebih di daerah-daerah pedesaan, industri kecil juga didorong bersama dengan landasan didalam budaya.

 

Karakteristik Industri Kecil Serta Sederhana

Sistem akuntansi tak cukup baik bahkan tidak punya tatanan sama sekali.

Kemampuan pemasaran yang amat terbatas cuma secara individu.

Sekala ekonomi terlampau kecil supaya terlampau sukar guna menekan biaya.

Kegiatan condong tidak formal serta jarang membawa rancangan di dalam usaha.

Struktur organisasi yang terlalu sederhana.

Kebanyakan tidak mengatasi kekayaan teristimewa bersama dengan kekayaan perusahaan.

Jumlah tenaga kerja yang terbatas bersama pembagian kerja yang terbatas.

Marjin laba amat terbatas.

Ciri-Ciri Industri Kecil dianalogikan bersama ciri-ciri seperti berikut:

Dilihat dari faktor sosial ekonomi serta pasar, kerap merintis kesulitan untuk sanggup menembus pasar yang lebih luas dikarenakan tak standarnya produk dibanding bersama dengan produk industri besar.

Dari faktor layanan dan teknologi memakai teknologi yang benar-benar terbatas dan juga kerap kali out of date, gampang diungguli pesaing juga menekuni susah manejerial dan juga finansial didalam sistem perluasan teknologi.

Dari faktor sistem produksi, membawa sistem produksi yang terlampau rendah, kerap kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tidak dibayar serta susah mengembangkan desain berasal dari sebuah produknya.

Dari segi kapital, industri kecil merupakan industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat lakukan ekspansi, tak tahan dumping dan modal sering dipakai guna keperluan tempat tinggal tangga.

Berdasar aspek manajemen, industri kecil yakni industri yang rentan pada pesaing, pasif dan tanpa integrasi juga perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan juga kontrol.

Berdasar aspek personil, industri kecil merupakan industri yang kerap yang dijalankan secara independen (self employment), tidak menuntut sebuah keterampilan yang lebih tinggi, lemah latar belakang bisnis ataupun masalah latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, serta tidak cukup wawasan perkembangan di luar.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana

Berdasar Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 tahun 2016. Kegiatan bisnis industri ditetapkan berdasarkan kuantitas tenaga kerja dan juga nilai investasinya dibagi jadi 3, yaitu: industri kecil, industri menengah, serta industri besar.

Pengertian industri kecil yaitu suatu industri yang membawa karyawan maksimal 19 orang, dan juga nilai investasi yang dimiliki kurang dari 1 miliar rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan daerah usaha.

Berikut ini misal berasal dari industri kecil di Indonesia, yaitu:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan simple di penang Malaysia

Penang yakni keliru satu negara anggota paling maju di Malaysia. Wilayah yang populer bersama industri kesegaran tersebut miliki infrastruktur kelas wahid. Di wilayah pesisir timurnya terkandung tatanan jalur tol yang terdiri berasal dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, serta Jalur Cepat Bayan Lepas. Untuk membantu jaringan jalur tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengelilingi negara anggota bersifat pulau itu. Di kota ini saat ini terdapat dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalan lingkar dalam, sedang Jalan Masjid Negeri dan juga Jalan Skotlandia menjadi jalan lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana memproduksi yaitu perihal yang terlalu diperlukan oleh pelaku IKM dalam mobilisasi usahanya, oleh dikarenakan itu mesti dikerjakan fasilitasi meliputi :

 

1. Bantuan Dana Bergulir

Berdasarkan hasil observasi bila dukungan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang untuk pas ditutup, yaitu sejak dari tahun 2008 sampai waktu itu belum bisa diberikan ke pelaku UMKM, dikarenakan sambil tunggu tatanan legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Bantuan Dana Bergulir Pemkot Bontang sangat dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, karena dengan suku bunga yang rendah yaitu 6 persen per th. benar-benar membantu IKM di dalam menumbuhkan usahanya. Bantuan permodalan itu yakni salah satu bentuk kepedulian untuk memberdayakan kepada pelaku UMKM yang tersedia di Bontang.

 

2. Dukungan Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan bahwa bantuan fasilitas mengolah yang diberikan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM amat menopang pelaku IKM dalam meningkatkan mutu dan juga jumlah produknya, sehingga produk yang dihasilkan sanggup berdaya saing tinggi. Namun demikianlah tetap terdapat masalah tentang bantuan peralatan produksi kepada IKM yaitu : Masih terdapat peralatan yang diberikan kepada IKM tidak sanggup difungsikan, dikarenakan pemakaian peralatan selanjutnya membuahkan produk yang kurang baik kualitasnya, disamping itu terdapat jg peralatan tidak bisa dipakai oleh IKM sebab daya listrik peralatan selanjutnya telalu
tinggi, waktu kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memberikan Fasilitas Pemasaran

Guna menopang akses pemasaran produk IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop dan UMKM menambahkan fasilitas pemasaran melalui :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil penelitian bahwa fasilitasi outlet penjualan secara umum terlampau berfungsi bagi pelaku IKM, dikarenakan bersama adanya fasilitasi tersebut bisa menunjang pemasaran produk IKM sehingga sanggup menambah penjualan produk. Namun demikian masih terkandung problem yang terlihat yaitu : tak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga akan menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal itu berjalan dikarenakan pihak pengelola outlet yang telah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang perlu menunggu duwit hasil penjualan terkumpul makin dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tak hanya itu kadang terhitung dimanfaatkan untuk menanggulangi gaji petugas outlet disaat gaji mereka belum cair dari Dinas, nanti setelah gaji mereka cair dari Dinas baru digantikan duit penjualan IKM. Masalah lain yang muncul yakni di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yaitu : Sebagian produk yang tersedia tidak cukup laris, sehingga sering berjalan produk yang kadaluarsa. Hal ini diakibatkan sebab aspek area penjualan UMKM center yang tampilannya dari luar tidak cukup mengerti dicermati oleh pembeli dan juga terkesan cuma sebagai kantor saja, padahal tak sekedar difungsikan sebagai kantor UPT dana bergulir terhitung sebagai daerah penjualan produk IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Kegiatan promosi/pameran yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang yaitu salah satu kegiatan yang terlalu digemari dan diminati oleh pelaku IKM, lebih-lebih jikalau promosi/pameran ditunaikan di luar wilayah-wilayah. Dari hasil observasi perlihatkan apabila pelaku IKM amat suka bersama dengan adanya aktivitas pameran yang melibatkan IKM, karena kegiatan promosi/pameran adalah kesempatan yang baik guna beroleh penjualan secara maksimal. Selain itu fungsi lain yang dapat diperoleh oleh IKM terhadap sementara pameran adalah merangkai kerjasama pemasaran dan juga bahan baku, juga dapat melihat, membandingkan dan mengadopsi inovasi product yang ditampilkan area lain. Permasalahan yang berlangsung yaitu pengembangan penjualan yang didapatkan IKM cuma cuman terhadap sementara pameran saja, akan namun sehabis pasca pameran tak berjalan pengembangan penjualan. Padahal target utama dilaksanakannya kegiatan pameran merupakan guna mempromosikan potensi produk unggulan dan juga terhubung peluang investasi wilayah-wilayah, supaya berhubungan kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasarkan observasi dilapangan apabila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang benar-benar berfungsi terhadap pelaku IKM terlebih sertifikasi halal, dikarenakan bersama sertifikasi halal ini bakal memberi tambahan kepercayaan customer terhadap kehalalan sebuah produk yang di pasarkan agar akan menaikkan penjualan product IKM. Adapun problem yang berlangsung yaitu metode pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu sekitar 2 (dua) bulan. Hal itu diakibatkan karena mesti melalui sebagian tahapan yaitu mulai berasal dari identifikasi beberapa syarat permintaan hingga pada tahap audit internal bersama melakukan survey di wilayah daerah usaha, setelah itu hasil berasal dari audit internal ditunaikan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI untuk pilih layak maupun tak guna memperoleh sertifikat halal. Selain itu untuk pengurusan sertifikat halal tersebut kudu melalui LP POM MUI Samarinda karena di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda biasanya berpofesi sebagai dosen, supaya saat bakal dilaksanakan audit internal wajib mengatur waktunya sehingga tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

six + nine =