Persaingan Industri Kecil Dan Sederhana 2020

Persaingan Industri Kecil Dan Sederhana 2020 – Dalam UUD Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian dijelaskan industri kecil merupakan kesibukan ekonomi yang memproses bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, juga maupun barang menjadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya. Sedangkan pengertian industri yang dikaitakan dengan proses pengolahan dan juga peningkatan industri yang digunakan sebagai basic acuan berasal dari terhadap Departemen Perindustrian, yakni : industri yaitu rangkaian kegiatan serta ekonomi yang meliputi pengolahan, pengerjaan, pengubahan, perbaikan bahan baku maupun barang 1/2 jadi menjadi barang yang berfungsi juga lebih berfungsi guna penggunaan dan usaha jasa yang menolong aktivitas diatas.

Berdasarkan Biro Pusat Statistik (1993 :53) industri kecil yakni sebuah industri yang membawa tenaga kerja 5 (lima) sampai dengan 19 (sembilan belas) orang tenaga yang terdiri dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang tidak dibayar. Dengan begitu dalam usaha pencapaian obyek pembangunan industri, sub sektor industri kecil serta kerajinan rakyat diharapkan membawa peran strategis, yaitu sebagai penggerak utama peningkatan laju perkembangan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan pembaharuan tatanan nilai masyarakat.

 

Persaingan Industri Kecil Dan Sederhana 2020

Definisi Industri Kecil

 

1. Menganut Mubyarto

Industri kecil juga industri pedesaan umumnya tidak bisa dipisahkan karena keduanya memperlihatkan beberapa persamaan. Industri pedesaan umumnya adalah industri kecil yang target utamanya yakni meningkatkan pendapatan keluarga.

 

2. Merujuk Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku independent serta tidak dulu menggantungkan diri terhadap barang siapa juga, tak pernah terdengar nada dan juga tuntutan- tuntutanya gara-gara mereka benar-benar lemah dan juga tidak membawa akses ke fasilitas massa.

Tidak dulu terhitung menuntut layanan yang diberikan berasal dari pemerintah, tak mengetahui dan tidak barangkali sanggup menyadari instrumen canggih serta serba abstrak, tapi tinggi pendapatannya.

 

3. Berdasarkan Depperindag

Industri kecil yaitu sebagai industri kecil yang mempunyai nilai investasinya seluruhnya hingga bersama Rp 200 juta di luar tanah serta bangunan. Hal tersebut di cocok dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 

4. Berdasarkan Bank Indonesia

Industri kecil merupakan jika sebuah nilai aset tidak terhitung tanah dan bangunan berjumlah tidak melebihi berasal dari Rp.600 juta. Dalam hal itu kepemimpinan Bank Indonesia termasuk mengambil keputusan bila industri kecil minimal 50 persen modal usaha dimiliki pribumi serta sebagian pengurus usaha tersebut merupakan pribumi.

 

5. Menganut Badan Pusat Statistik

Industri kecil yaitu sebuah industri yang cuma mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan juga pekerja keluarga yang tak guna dibayar. Perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri rumah tangga.

Di di dalam UU No.9 /1999 ditetapkan bahwa usaha kecil merupakan suatu bisnis yang mempunyai nilai asset neto (tak juga tanah juga bangunan) yang melebihi Rp 200 juta, maupun penjualan per th. tidak kian besar dari Rp 1 miliar.

 

Penggolongan Industri Kecil

Departemen Perindustrian mengkategorikan industri kecil didalam tiga jenis yakni :

Industri Kecil Tradisional mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

Lokasi di daerah-daerah perdesaan.

Mesin yang digunakan dan juga alat kelengkapan modal cuma relatif sederhana.

Aksesnya guna meraih maupun menggapai pasar di luar wilayahnya yang berdekatan terbatas.

Mekanisme teknologi yang difungsikan sederhana.

Dilibatkan dalam tatanan produksi besar juga menengah bersama dengan metode pemasaran domestik serta ekspor.

Memakai teknologi metode madya (intermediate process technology).

Menggunakan mesin tertentu juga alat perlengkapan lainnya.

Mempunyai sekala mengolah yang amat terbatas.

 

Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar tersebut mencakup beraneka industri kecil yang terlampau banyak ragam terasa dari industri kecil yang memanfaatkan teknologi dalam metode madya atau teknologi tatanan maju.

Disamping mempunyai kelebihan guna sanggup sedia kan lapangan kerja serta kesempatan guna memperoleh penghasilan bagi kelompok berpenghasilan rendah terlebih di wilayah pedesaan, industri kecil termasuk didorong bersama dengan landasan didalam budaya.

 

Karakteristik Industri Kecil Juga Sederhana

Metode akuntansi kurang baik bahkan tak punyai metode mirip sekali.

Kinerja pemasaran yang sangat terbatas hanya secara individu.

Sekala ekonomi terlalu kecil sehingga terlampau sulit guna menekan biaya.

Kegiatan condong tidak formal serta jarang mempunyai rencana di dalam usaha.

Struktur organisasi yang sangat sederhana.

Kebanyakan tidak mengatasi kekayaan privat bersama kekayaan perusahaan.

Jumlah karyawan yang terbatas bersama dengan pembagian kerja yang terbatas.

Marjin laba sangat terbatas.

Karakteristik Industri Kecil diidentikkan dengan beberapa ciri sebagai berikut:

Dilihat berasal dari segi sosial ekonomi juga pasar, sering menekuni susah guna bisa menembus pasar yang lebih luas karena tidak standarnya product dibanding bersama dengan product industri besar.

Dari aspek layanan juga teknologi manfaatkan teknologi yang terlampau terbatas juga sering kali out of date, gampang diungguli pesaing juga menekuni kesusahan manejerial serta finansial di dalam sistem pengembangan teknologi.

Dari faktor sistem produksi, mempunyai tatanan produksi yang terlampau rendah, kerap kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tak dibayar dan susah mengembangkan desain berasal dari sebuah produknya.

Berdasarkan aspek kapital, industri kecil adalah industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat lakukan ekspansi, tak tahan dumping dan modal sering dipakai guna kebutuhan tempat tinggal tangga.

Berdasarkan aspek manajemen, industri kecil merupakan industri yang rentan terhadap pesaing, pasif dan juga tanpa integrasi dan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol.

Menurut segi personil, industri kecil yaitu industri yang sering yang dijalankan secara independen (self employment), tidak menuntut sebuah keterampilan yang lebih tinggi, lemah latar belakang usaha maupun kasus latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, dan tidak cukup wawasan perkembangan di luar.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana

Berdasarkan Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan usaha industri ditetapkan berdasarkan kuantitas tenaga kerja serta nilai investasinya dibagi menjadi 3, yaitu: industri kecil, industri menengah, serta industri besar.

Penjelasan industri kecil yakni sebuah industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, juga nilai investasi yang dimiliki kurang berasal dari 1 miliar rupiah, tidak juga tanah dan juga bangunan tempat usaha.

Berikut ini perumpamaan dari industri kecil di Indonesia, yakni:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil juga simple di penang Malaysia

Penang adalah tidak benar satu negara anggota paling maju di Malaysia. Wilayah yang tenar dengan industri kesegaran itu punyai infrastruktur kelas wahid. Di wilayah pesisir timurnya terdapat sistem jalan tol yang terdiri dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, juga Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna membantu jaringan jalan tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengelilingi negara anggota berupa pulau itu. Di kota tersebut saat ini terkandung dua jalur lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, sedangkan Jalan Masjid Negeri dan Jalan Skotlandia menjadi jalan lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana memproses adalah hal yang terlampau diperlukan oleh pelaku IKM di dalam mobilisasi usahanya, oleh sebab itu perlu dijalankan fasilitasi meliputi :

 

1. Bantuan Dana Bergulir

Berdasar hasil observasi bahwa dukungan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang untuk kala ditutup, yakni sejak berasal dari tahun 2008 sampai waktu ini belum mampu diberikan pada pelaku UMKM, sebab sambil menunggu tatanan legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Pemberian Dana Bergulir Pemkot Bontang sangat dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, gara-gara dengan suku bunga yang rendah yakni 6 % per th. benar-benar menunjang IKM di dalam mengembangkan usahanya. Pemberian permodalan ini yaitu salah satu bentuk kepedulian untuk memberdayakan ke pelaku UMKM yang ada di Bontang.

 

2. Bantuan Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan bahwa bantuan sarana memproses yang diberikan oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM benar-benar membantu pelaku IKM didalam menaikkan kualitas dan juga kuantitas produknya, sehingga produk yang dihasilkan dapat berdaya saing tinggi. Namun demikianlah masih terkandung persoalan terkait dukungan peralatan memproduksi ke IKM yaitu : Masih terkandung peralatan yang diberikan kepada IKM tidak bisa dipakai, sebab pemanfaatan peralatan selanjutnya membuahkan produk yang tidak cukup baik kualitasnya, disamping itu terkandung jg peralatan tak mampu difungsikan oleh IKM dikarenakan kekuatan listrik peralatan berikut telalu
tinggi, pas kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memfasilitasi Pemasaran

Untuk menunjang akses pemasaran product IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop dan juga UMKM memberi tambahan layanan pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil penelitian bahwa fasilitasi outlet penjualan secara lazim sangat bermanfaat bagi pelaku IKM, karena bersama dengan terdapatnya fasilitasi tersebut sanggup membantu pemasaran produk IKM sehingga dapat menaikkan penjualan produk. Namun demikianlah tetap terdapat persoalan yang terlihat yaitu : tak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga bakal menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal tersebut berjalan karena pihak pengelola outlet yang sudah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang kudu menanti uang hasil penjualan terkumpul lebih dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tak sekedar itu kadang terhitung dipergunakan guna menanggulangi gaji petugas outlet kala gaji mereka belum cair berasal dari Dinas, nanti setelah gaji mereka cair dari Dinas baru digantikan uang penjualan IKM. Masalah lain yang nampak yaitu di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yakni : Sebagian product yang ada kurang laris, agar sering berjalan product yang kadaluarsa. Hal tersebut diakibatkan sebab segi area penjualan UMKM center yang tampilannya berasal dari luar tidak cukup paham dicermati oleh konsumen dan terkesan hanya sebagai kantor saja, padahal tak sekedar digunakan sebagai kantor UPT dana bergulir juga sebagai daerah penjualan product IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Aktivitas promosi/pameran yang dijalankan oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang adalah tidak benar satu kegiatan yang amat digemari dan juga diminati oleh pelaku IKM, apalagi terkecuali promosi/pameran dilaksanakan di luar wilayah-wilayah. Dari hasil observasi menunjukkan bahwa pelaku IKM benar-benar bahagia dengan terdapatnya aktivitas pameran yang melibatkan IKM, dikarenakan aktivitas promosi/pameran yakni peluang yang baik guna beroleh penjualan secara maksimal. Kecuali itu faedah lain yang dapat diperoleh oleh IKM terhadap waktu pameran yakni menjalin kerjasama pemasaran dan juga bahan baku, serta bisa melihat, membandingkan juga mengadopsi inovasi produk yang ditampilkan tempat lain. Permasalahan yang berjalan yaitu perluasan penjualan yang didapatkan IKM cuma semata-mata terhadap saat pameran saja, dapat tetapi sesudah pasca pameran tak berlangsung perluasan penjualan. Padahal tujuan utama dilaksanakannya aktivitas pameran yaitu guna mempromosikan potensi product unggulan serta mengakses kesempatan investasi wilayah, agar terjalin kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasar observasi dilapangan bahwa fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang sangat berfaedah terhadap pelaku IKM lebih-lebih sertifikasi halal, sebab bersama sertifikasi halal itu akan memberi tambahan keyakinan pembeli terhadap kehalalan satu product yang di pasarkan supaya bakal tingkatkan penjualan produk IKM. Adapun permasalahan yang berlangsung merupakan metode pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kurang lebih 2 (dua) bulan. Hal tersebut diakibatkan dikarenakan perlu melalui beberapa tahapan yaitu mulai dari identifikasi kriteria permohonan hingga terhadap tahap audit internal bersama jalankan survey di lokasi tempat usaha, sesudah itu hasil berasal dari audit internal dikerjakan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI guna pilih layak ataupun tidak untuk memperoleh sertifikat halal. Disamping itu untuk pengurusan sertifikat halal itu harus melalui LP POM MUI Samarinda dikarenakan di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda biasanya berpofesi sebagai dosen, sehingga saat akan dilaksanakan audit internal kudu sesuaikan waktunya agar tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

19 + four =