Peran Usahawan Industri Kecil Dan Sederhana Di Indonesia

Peran Usahawan Industri Kecil Dan Sederhana Di Indonesia – Industri kecil yaitu usaha ekonomi yang tersebar luas diseluruh daerah, lebih dari satu besar dilakukan oleh golongan ekonomi lemah. Oleh karenanya, industry kecil penting peranannya dalam pemerataan, berasal dari pengembangan penyerapan tenaga kerja, pengembangan kesempatan berusaha, sampai mendorong perkembangan ekonomi.Tumbuhnya para wiraswasta yang beberapa sanggup jadi pengusaha menengah. Dalam rangka tingkatkan penerimaan devisa juga penghematan devisa, industri kecil bisa berperan dalam penyediaan produk substitusi impor serta meningkatkan produk ekspor.

Posisi manusia dalam suatu dunia bisnis benar-benar menentukan gara-gara posisinya tak sekedar sebagai objek terhitung subjek didalam proses pencapaian hasil usaha. Oleh sebab itu hidup matinya suatu dunia usaha, aspek manusia sangat menentukan. Pentingnya segi manusia di dalam dunia usaha, maka wajib mendapat pengawasan yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan kekuatan saing didalam dunia usaha. Sementara keberadaan manusia didalam dunia usaha belum seluruhnya ditopang bersama kompetensi, keterampilan sesuai bidang
usaha yang dipnyuai, serta keadaan inilah yang sebabkan para pengusaha kurang dapat beradu disegmen pasar tenaga kerja. Memperhatikan fenomena tersebut maka wajib pembinaan secara simultan sesuai bidang usaha yang dikembangkan, baik pada usaha industri kecil maupun menengah.

 

Peran Usahawan Industri Kecil Dan Sederhana Di Indonesia

Penjelasan Industri Kecil

 

1. Menganut Mubyarto

Industri kecil dan juga industri pedesaan umumnya tidak bisa dipisahkan dikarenakan keduanya menunjukkan beberapa persamaan. Industri pedesaan biasanya merupakan industri kecil yang tujuan utamanya yakni menaikkan pendapatan keluarga.

 

2. Menganut Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku mandiri serta tidak pernah menggantungkan diri terhadap barang siapa juga, tidak dulu terdengar suara dan juga tuntutan- tuntutanya sebab mereka amat lemah serta tidak membawa akses ke media massa.

Tidak pernah juga menuntut fasilitas yang diberikan dari pemerintah, tak jelas juga tidak mungkin mampu paham instrumen canggih dan juga serba abstrak, namun tinggi pendapatannya.

 

3. Menganut Depperindag

Industri kecil adalah sebagai industri kecil yang mempunyai nilai investasinya sepenuhnya hingga dengan Rp 200 juta di luar tanah juga bangunan. Hal tersebut di sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 

4. Menganut Bank Indonesia

Industri kecil yakni terkecuali sebuah nilai aset tidak juga tanah dan bangunan berjumlah tidak melebihi dari Rp.600 juta. Dalam hal ini kepemimpinan Bank Indonesia juga memastikan bila industri kecil sedikitnya 50 % modal bisnis dimiliki pribumi dan lebih dari satu pengurus bisnis tersebut adalah pribumi.

 

5. Berdasarkan Badan Pusat Statistik

Industri kecil yakni sebuah industri yang hanya mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri berasal dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan juga pekerja keluarga yang tak untuk dibayar. Perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri rumah tangga.

Di di dalam UU No.9 /1999 ditetapkan apabila usaha kecil yakni satu bisnis yang punya nilai asset neto (tidak terhitung tanah dan bangunan) yang melebihi Rp 200 juta, maupun penjualan per tahun tidak makin besar berasal dari Rp 1 miliar.

 

Kelompok Industri Kecil

Departemen Perindustrian mengkategorikan industri kecil di dalam tiga type yakni :

Industri Kecil Tradisional miliki ciri – ciri sebagai tersebut :

Lokasi di daerah-daerah perdesaan.

Mesin yang dimanfaatkan juga alat kelengkapan modal hanya relatif sederhana.

Aksesnya guna meraih ataupun menjangkau pasar di luar wilayahnya yang berdekatan terbatas.

Mekanisme teknologi yang dimanfaatkan sederhana.

Dilibatkan didalam metode mengolah besar dan menengah dengan sistem pemasaran domestik serta ekspor.

Menggunakan teknologi sistem madya (intermediate process technology).

Memakai mesin khusus serta alat perlengkapan lainnya.

Mempunyai sekala memproses yang terlampau terbatas.

 

Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar itu meliputi beraneka industri kecil yang amat banyak ragam jadi dari industri kecil yang gunakan teknologi dalam tatanan madya ataupun teknologi metode maju.

Selain membawa keunggulan untuk dapat menyediakan lapangan kerja juga peluang untuk mendapatkan penghasilan bagi kelompok berpendapatan rendah lebih-lebih di wilayah-wilayah pedesaan, industri kecil termasuk didorong bersama dengan landasan didalam budaya.

 

Ciri-Ciri Industri Kecil Serta Sederhana Di Indonesia

Sistem akuntansi tak cukup baik apalagi tidak punyai sistem serupa sekali.

Kemampuan pemasaran yang terlampau terbatas cuma secara individu.

Sekala ekonomi terlampau kecil sehingga amat susah guna menekan biaya.

Kegiatan condong tidak formal dan jarang mempunyai rancangan di dalam usaha.

Struktur organisasi yang benar-benar sederhana.

Kebanyakan tidak menengahi kekayaan khusus dengan kekayaan perusahaan.

Jumlah karyawan yang terbatas dengan pembagian kerja yang terbatas.

Marjin laba benar-benar terbatas.

Ciri-Ciri Industri Kecil diidentikkan bersama ciri-ciri seperti dibawah ini:

Dilihat dari aspek sosial ekonomi dan pasar, kerap menekuni ada masalah guna bisa menembus pasar yang kian luas dikarenakan tak standarnya produk dibanding bersama produk industri besar.

Dari segi sarana dan juga teknologi menggunakan teknologi yang sangat terbatas juga sering kali out of date, mudah diungguli pesaing dan merintis kesulitan manejerial dan finansial di dalam metode pengembangan teknologi.

Dari segi tatanan produksi, mempunyai tatanan memproduksi yang terlampau rendah, sering kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tak dibayar dan juga sulit menumbuhkan desain dari sebuah produknya.

Berdasarkan aspek kapital, industri kecil adalah industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat melaksanakan ekspansi, tidak tahan dumping dan modal sering dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga.

Menurut segi manajemen, industri kecil yaitu industri yang rentan pada pesaing, pasif dan tanpa integrasi juga perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta kontrol.

Berdasar faktor personil, industri kecil merupakan industri yang sering yang dilaksanakan secara independen (self employment), tidak menuntut sebuah keterampilan yang makin tinggi, lemah latar belakang usaha maupun kasus latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, dan kurang wawasan perkembangan di luar.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana

Berdasarkan Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan usaha industri ditetapkan menurut jumlah tenaga kerja dan juga nilai investasinya dibagi jadi 3, yakni: industri kecil, industri menengah, serta industri besar.

Definisi industri kecil adalah satu industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, serta nilai investasi yang dimiliki tidak cukup berasal dari 1 miliar rupiah, tak juga tanah dan juga bangunan tempat usaha.

Berikut ini semisal dari industri kecil di Indonesia, yakni:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan simpel di penang Malaysia

Penang yakni keliru satu negara anggota paling maju di Malaysia. Wilayah yang kondang dengan industri kebugaran ini memiliki infrastruktur kelas wahid. Di lokasi pesisir timurnya terdapat sistem jalur tol yang terdiri berasal dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, dan juga Jalur Cepat Bayan Lepas. Untuk mendukung jaringan jalan tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengitari negara anggota berwujud pulau itu. Di kota itu saat ini terdapat dua jalur lingkar. Jalan Perak berperan sebagai jalur lingkar dalam, sedang Jalan Masjid Negeri dan Jalan Skotlandia jadi jalur lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana memproses yakni hal yang benar-benar diperlukan oleh pelaku IKM di dalam mobilisasi usahanya, oleh dikarenakan itu perlu dijalankan fasilitasi mencakup :

 

1. Bantuan Dana Bergulir

Berdasar hasil observasi bila bantuan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang guna selagi ditutup, yaitu sejak berasal dari th. 2008 sampai waktu ini belum bisa disalurkan pada pelaku UMKM, gara-gara sambil menunggu sistem legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Bantuan Dana Bergulir Pemkot Bontang sangat dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, dikarenakan bersama dengan suku bunga yang rendah yakni 6 % per tahun benar-benar mendukung IKM dalam menumbuhkan usahanya. Pertolongan permodalan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian guna memberdayakan ke pelaku UMKM yang tersedia di Bontang.

 

2. Pemberian Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan bila pertolongan layanan produksi yang diberikan oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM terlampau mendukung pelaku IKM di dalam menaikkan mutu dan jumlah produknya, agar produk yang dihasilkan dapat berdaya saing tinggi. Namun demikianlah tetap terdapat permasalahan mengenai dukungan peralatan produksi pada IKM yaitu : Masih terkandung peralatan yang diberikan kepada IKM tidak mampu dipergunakan, karena penggunaan peralatan berikut menghasilkan product yang tidak cukup baik kualitasnya, disamping itu terkandung jg peralatan tidak mampu digunakan oleh IKM dikarenakan kekuatan listrik peralatan berikut telalu
tinggi, sementara kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memfasilitasi Pemasaran

Untuk mendukung akses pemasaran produk IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop juga UMKM mengimbuhkan fasilitas pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Dari hasil percobaan bahwa fasilitasi outlet penjualan secara lazim terlalu berfungsi bagi pelaku IKM, gara-gara bersama dengan adanya fasilitasi ini mampu menopang pemasaran product IKM sehingga sanggup menambah penjualan produk. Namun demikian masih terdapat problem yang muncul yaitu : tidak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, agar akan menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal tersebut terjadi dikarenakan pihak pengelola outlet yang telah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang perlu menanti uang hasil penjualan terkumpul makin dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, selain itu kadang termasuk difungsikan guna menanggulangi gaji petugas outlet disaat gaji mereka belum cair dari Dinas, nanti sesudah gaji mereka cair berasal dari Dinas baru digantikan duwit penjualan IKM. Masalah lain yang muncul yakni di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yaitu : Sebagian product yang tersedia tidak cukup laris, sehingga sering berlangsung product yang kadaluarsa. Hal tersebut diakibatkan sebab aspek daerah penjualan UMKM center yang tampilannya dari luar tidak cukup jelas diamati oleh pembeli dan terkesan cuma sebagai kantor saja, padahal tak sekedar dimanfaatkan sebagai kantor UPT dana bergulir juga sebagai area penjualan product IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Aktivitas promosi/pameran yang dijalankan oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang yakni tidak benar satu aktivitas yang sangat digemari juga diminati oleh pelaku IKM, lebih-lebih terkecuali promosi/pameran dilakukan di luar wilayah-wilayah. Dari hasil observasi membuktikan bahwa pelaku IKM amat suka bersama dengan ada kesibukan pameran yang melibatkan IKM, dikarenakan kegiatan promosi/pameran merupakan peluang yang baik untuk beroleh penjualan secara maksimal. Selain itu fungsi lain yang mampu diperoleh oleh IKM terhadap saat pameran yakni menjalin kerjasama pemasaran dan juga bahan baku, dan juga bisa melihat, memperbandingkan serta mengadopsi inovasi produk yang ditampilkan daerah lain. Permasalahan yang terjadi yakni pengembangan penjualan yang didapatkan IKM cuma hanyalah terhadap selagi pameran saja, bakal namun sesudah pasca pameran tidak berjalan peningkatan penjualan. Padahal obyek utama dilaksanakannya kesibukan pameran merupakan untuk mempromosikan potensi produk unggulan dan mengakses kesempatan investasi wilayah-wilayah, agar terkait kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Menurut observasi dilapangan apabila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang benar-benar berfaedah pada pelaku IKM lebih-lebih sertifikasi halal, dikarenakan dengan sertifikasi halal tersebut dapat beri tambahan kepercayaan kastemer pada kehalalan sebuah product yang di pasarkan agar akan menaikkan penjualan produk IKM. Adapun masalah yang berjalan yakni tatanan pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kira-kira 2 (dua) bulan. Hal itu diakibatkan dikarenakan kudu lewat lebih dari satu tahapan yakni menjadi dari identifikasi persyaratan permohonan hingga pada tahap audit internal bersama jalankan survey di wilayah tempat usaha, sesudah itu hasil dari audit internal dilaksanakan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI untuk menentukan layak maupun tidak guna mendapatkan sertifikat halal. Kecuali itu guna pengurusan sertifikat halal tersebut wajib lewat LP POM MUI Samarinda dikarenakan di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda kebanyakan berpofesi sebagai dosen, supaya dikala bakal dijalankan audit internal wajib sesuaikan waktunya sehingga tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

5 × five =