Latar Belakang Industri Kecil Dan Sederhana

Latar Belakang Industri Kecil Dan Sederhana – Dalam UUD Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian dijelaskan industri kecil adalah kegiatan ekonomi yang memproduksi bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan juga maupun barang menjadi jadi barang bersama dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya. Sedangkan pengertian industri yang dikaitakan bersama dengan sistem pengolahan dan juga pengembangan industri yang dimanfaatkan sebagai basic acuan dari terhadap Departemen Perindustrian, yakni : industri merupakan rangkaian kesibukan dan juga ekonomi yang mencakup pengolahan, pengerjaan, pengubahan, perbaikan bahan baku ataupun barang 1/2 jadi jadi barang yang bermanfaat dan juga lebih bermanfaat guna pemanfaatan juga usaha jasa yang membantu kesibukan diatas.

Menganut Biro Pusat Statistik (1993 :53) industri kecil yaitu sebuah industri yang mempunyai tenaga kerja 5 (lima) sampai dengan 19 (sembilan belas) orang tenaga yang terdiri dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan juga pekerja keluarga yang tidak dibayar. Dengan demikianlah didalam bisnis pendapatan target pembangunan industri, sub sektor industri kecil juga kerajinan rakyat diharapkan mempunyai peran strategis, yaitu sebagai penggerak utama perluasan laju pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja serta inovasi tatanan nilai masyarakat.

 

Latar Belakang Industri Kecil Dan Sederhana

A. Penjelasan Industri

Makna industri merujuk Undang-Undang No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian yakni aktivitas ekonomi yang memproses bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan juga maupun barang jadi jadi barang bersama nilai yang kian tinggi untuk penggunaannya, juga kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.

Perusahaan industri yaitu sebuah unit usaha yang lakukan kegiatan membuat perubahan sebuah barang basic jadi barang jadi maupun barang 1/2 jadi ataupun berasal dari barang yang tidak cukup nilainya jadi barang yang makin tinggi nilainya yang terdapat di suatu bangunan ataupun pada wilayah spesifik yang mempunyai catatan administrasi sendiri mengenai memproduksi juga susunan biaya, serta tersedia orang yang bertanggung jawab terhadap dampak bisnis (BPS, 1990).

Menganut Kamus Ekonomi(1998), industri yaitu usaha produktif, terutama di dalam bidang produksi ataupun perusahaan tertentu yang memakai modal dan juga tenaga kerja dalam jumlah yang relatif besar.

 

B. Definisi Industri Kecil

Industri kecil yakni kesibukan industri yang dilakukan di rumah-rumah penduduk yang pekerjanya merupakan bagian keluarga sendiri yang tak terpancang jam kerja juga tempat. Industri kecil bisa juga diambil kesimpulan sebagai bisnis produktif diluar usaha pertanian, baik itu yaitu mata pencaharian utama atau sampingan (Tambunan, 1999). Industri kecil yakni industri yang berskala kecil juga industri tempat tinggal tangga yang diusahakan guna menaikkan penghasilan keluarga.

Industri Kerajinan Kecil meliputi bermacam industri kecil yang amat beragam terasa industri kecil yang memakai teknologi simpel sampai teknologi proses madya lebih-lebih teknologi maju. Kecuali kekuatannya guna menyediakan lapangan pekerjaan serta kesempatan untuk mendapatkan penghasilan bagi kelompok-kelompok yang berpenghasilan rendah terutama di pedesaan, industri kerajinan kecil juga didorong atas landasan budaya yaitu menilik manfaat pentingnya didalam pelestarian warisan budaya Indonesia.

Berdasarkan BPS, penggolongan sektor industri dijalankan ke di dalam empat golongan berdasarkan banyaknya pekerja yang bekerja terhadap industri tersebut, yaitu :

Industri besar, dengan tenaga kerja 100 orang ataupun lebih.

Industri sedang, bersama dengan tenaga kerja pada 20 hingga 99 orang.

Industri kecil, dengan tenaga kerja antara 5 sampai 19 orang.

Industri tempat tinggal tangga, bersama tenaga kerja 1 sampai 4 orang.

 

C. Karakteristik Industri Kecil

Menurut Djoko Sudantoko dan Panji Anoraga (2002) secara lazim sektor industri kecil punyai ciri sebagai berikut:

Metode pembukuan yang relatif sederhana dan condong tak mengikuti kaidah administrasi pembukuan standart. Kadang-kadang pembukuan tak di-up to date agar sulit guna menilai kinerja usahanya.
Margin usaha yang cenderung tipis menilik kompetisi yanng terlalu tinggi

 

Modal terbatas

Pengalaman manajerial didalam mengelola perusahaan masih terlampau terbats

Skala ekonomi yang amat kecil, supaya susah mengharapkan sanggup menekan ongkos meraih titik efisiensi jangka panjang.
Kompetensi perusahaan dan negosiasi juga diversifikasi pasar amat terbatas.

Kemampuan guna memperolah sumber dana berasal dari pasar modal rendah, mengingat keterbatasan dalam sistem administrasinya. Guna meraih dana berasal dari pasra modal, sebuah perusahaan wajib mengikuti metode administrasi standar dan juga harus transparan.

Industri kecil di Indonesia memiliki tantangan yang memadai berat yakni persaingan dengan industri skala menengah juga besar.
Namun, berdasarkan Tambunan industri kecil konsisten dibina petumbuhannya oleh pemerintah bersama dengan beraneka alasan, antar lain:

Proses produksinya sangat padat tenaga kerja, artinya perkembangannya akan memperluas kesempatan kerja juga meningkatkan pencapaian.

Indutri kecil lebih banyak terdapat di daerah pedesaan juga kegiatannya kian berorientasi ke sektor pertanian, agar perluasan industri kecil termasuk adalah satu landasan ataupun metode awal dari industrialisasi yang berorientasi agrobisnis di pedesaan.

 

Umumnya industri kecil Mengenakan teknologi sederhana

Sumber utama dana untuk pembayaran aktivitas industri kecil ini kebanyakan berasal dari duit si pemilik bisnis itu sendiri.
Industri kecil dipandang lebih bisa memenuhi keperluan masyarakat dengan penghasilan rendah.

Disamping itu industri kecil adalah industri yang bisa bertahan dalam hadapi dinamika kehidupan ekonomi yang terjadi. Industri kecil tak mempunyai siasat resmi ataupun siasat tercantum secara formal. Strategi yang digunakan terlihat begitu saja dan juga sering direvisi selama selagi dalam hadapi tantangan dan juga peluang yang timbul terhadap selagi tersebut. Industri kecil makin mudah beradaptasi gara-gara rentang kendali segera dikerjakan oleh pemiliknya sendiri. Kinerja beradaptasi atau penyesuaian inilah yang mengakibatkan industri kecil dapat bertahan didalam menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi. (Sri Susilo, dkk, 2002)

Apabila dibandingkan dengan industri skala besar, sub sektor industri kecil memilki sebagian kebaikan. Kebaikan industri kecil yakni sebagai berikut:

 

Lebih padat karya

Memiliki sejumlah fleksibelitas juga kapabilitas adaptasi yang sulit dilakukan oleh industri sedang atau industri besar.

Lokasinya mampu capai area pedesaan supaya sesuai bersama dengan usaha pembangunan daerah

Kurang dipengaruhi oleh fluktuasi perekonomian.

Peran mutlak industri kecil tak hanya yakni wahan utama didalam penyerapan tenaga kerja, juga sebagai penggerak roda ekonomi juga layanan masyarakat. Hal ini dimungkinkan mempertimbangkan ciri industri kecil yang tahan terhadap krisis ekonomi gara-gara dijalankan bersama dengan ketergantungan yang rendah pada pendanaan sektor moneter juga keberadaannya tersebar di seluruh pelosok negeri sehingga yaitu jalur distribusi yang efektif untuk menjangkau beberapa besar masyarakat.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana Makanan

Berdasar Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 tahun 2016. Kegiatan usaha industri ditetapkan menurut jumlah tenaga kerja dan juga nilai investasinya dibagi menjadi 3, yakni: industri kecil, industri menengah, dan juga industri besar.

Penjelasan industri kecil adalah sebuah industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, dan juga nilai investasi yang dimiliki tidak cukup dari 1 miliar rupiah, tak juga tanah dan bangunan tempat usaha.

Berikut ini umpama berasal dari industri kecil di Indonesia, yakni:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan simpel di penang Malaysia

Penang adalah keliru satu negara bagian paling maju di Malaysia. Wilayah yang tenar dengan industri kebugaran tersebut punya infrastruktur kelas wahid. Di wilayah pesisir timurnya terkandung sistem jalur tol yang terdiri berasal dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, serta Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna menunjang jaringan jalan tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengitari negara anggota bersifat pulau itu. Di kota itu saat ini terdapat dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, sedangkan Jalan Masjid Negeri juga Jalan Skotlandia menjadi jalur lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana mengolah merupakan perihal yang benar-benar diperlukan oleh pelaku IKM didalam menjalankan usahanya, oleh dikarenakan itu wajib ditunaikan fasilitasi mencakup :

 

1. Pertolongan Dana Bergulir

Berdasar hasil observasi bahwa pertolongan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang guna kala ditutup, yakni sejak dari tahun 2008 sampai kala itu belum dapat diberikan pada pelaku UMKM, sebab sambil tunggu tatanan legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Pemberian Dana Bergulir Pemkot Bontang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, gara-gara bersama dengan suku bunga yang rendah yakni 6 % per th. sangat membantu IKM dalam menumbuhkan usahanya. Pertolongan permodalan itu adalah satu diantara bentuk kepedulian untuk memberdayakan ke pelaku UMKM yang ada di Bontang.

 

2. Dukungan Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan apabila pertolongan layanan produksi yang diberikan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM amat mendukung pelaku IKM didalam tingkatkan kualitas juga jumlah produknya, sehingga produk yang dihasilkan dapat berdaya saing tinggi. Namun demikianlah masih terkandung permasalahan berkaitan dukungan peralatan memproduksi pada IKM yakni : Masih terkandung peralatan yang diberikan kepada IKM tak bisa digunakan, sebab pemakaian peralatan selanjutnya membuahkan product yang kurang baik kualitasnya, disamping itu terkandung jg peralatan tidak bisa dipakai oleh IKM gara-gara daya listrik peralatan selanjutnya telalu
tinggi, selagi kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memfasilitasi Pemasaran

Guna menopang akses pemasaran produk IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop dan UMKM memberi tambahan fasilitas pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Dari hasil percobaan apabila fasilitasi outlet penjualan secara lazim terlalu berfaedah bagi pelaku IKM, karena bersama ada fasilitasi itu sanggup menunjang pemasaran produk IKM supaya bisa menambah penjualan produk. Namun demikianlah masih terdapat persoalan yang nampak yakni : tidak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga akan menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal ini berjalan gara-gara pihak pengelola outlet yang sudah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang mesti menanti duwit hasil penjualan terkumpul lebih dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tak hanya itu kadang terhitung dimanfaatkan guna menangani gaji petugas outlet ketika gaji mereka belum cair berasal dari Dinas, nanti setelah gaji mereka cair berasal dari Dinas baru digantikan uang penjualan IKM. Masalah lain yang muncul merupakan di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yakni : Sebagian produk yang ada kurang laris, supaya kerap berjalan product yang kadaluarsa. Hal ini diakibatkan dikarenakan faktor tempat penjualan UMKM center yang tampilannya berasal dari luar tidak cukup sadar diamati oleh kastemer serta terkesan hanya sebagai kantor saja, padahal tak hanya difungsikan sebagai kantor UPT dana bergulir terhitung sebagai daerah penjualan produk IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Aktivitas promosi/pameran yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang yaitu tidak benar satu kegiatan yang amat digemari juga diminati oleh pelaku IKM, lebih-lebih terkecuali promosi/pameran dijalankan di luar daerah-daerah. Dari hasil observasi membuktikan bila pelaku IKM sangat bahagia dengan adanya kegiatan pameran yang melibatkan IKM, gara-gara kesibukan promosi/pameran merupakan peluang yang baik guna memperoleh penjualan secara maksimal. Disamping itu faedah lain yang bisa diperoleh oleh IKM terhadap waktu pameran merupakan merangkai kerjasama pemasaran dan juga bahan baku, dan sanggup melihat, memperbandingkan dan juga mengadopsi inovasi product yang ditampilkan area lain. Permasalahan yang berlangsung yakni pengembangan penjualan yang didapatkan IKM hanya sekedar pada waktu pameran saja, dapat tapi sehabis pasca pameran tak terjadi perluasan penjualan. Padahal tujuan utama dilaksanakannya kesibukan pameran yakni guna mempromosikan potensi produk unggulan dan mengakses kesempatan investasi area, agar terjalin kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasar observasi dilapangan bila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang amat berfungsi terhadap pelaku IKM lebih-lebih sertifikasi halal, karena dengan sertifikasi halal itu akan memberi tambahan keyakinan customer pada kehalalan sebuah produk yang di pasarkan supaya dapat tingkatkan penjualan produk IKM. Adapun masalah yang terjadi yaitu metode pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kurang lebih 2 (dua) bulan. Hal itu diakibatkan karena harus lewat lebih dari satu tahapan yakni merasa dari identifikasi kriteria permohonan hingga pada langkah audit internal bersama dengan melakukan survey di wilayah tempat usaha, setelah itu hasil berasal dari audit internal dijalankan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI guna pilih layak maupun tak untuk meraih sertifikat halal. Disamping itu guna pengurusan sertifikat halal itu harus lewat LP POM MUI Samarinda sebab di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda rata-rata berpofesi sebagai dosen, sehingga dikala bakal dikerjakan audit internal wajib sesuaikan waktunya supaya tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

1 × 4 =