Langkah Untuk Memajukan Industri Kecil Dan Sederhana

Langkah Untuk Memajukan Industri Kecil Dan Sederhana – Industri kecil membawa kedudukan, keunggulan serta fungsi yang sangat strategis di dalam menciptakan tujuan pembangunan nasional. Mengingat peranannya dalam pembangunan, industri kecil wajib tetap dikembangkan dengan dorongan kekeluargaan, saling mengisi, saling menguatkan pada bisnis kecil juga besar didalam rangka pemerataan juga menciptakan kemakmuran yang sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat Indonesia. Guna mencipatakan tujuan itu, pemerintah dan juga penduduk kudu bekerjasama. Masyarakat yang mana merupakan pelaku utama pembangunan, tetapi pemerintah harus untuk menuntun, membimbing, memayungi
serta menstimulasi iklim usaha.

Pentingnya guna industri kecil di dalam memajukan perekonomian nasional ditunjukkan dengan ditetapkannya Undang-Undang RI nomor 20 th. 2008 perihal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dalam Undang-Undang tersebut dikendalikan apabila pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil serta Menengah harus diselenggarakan secara ekstensif, optimal juga terus menerus lewat pengembangan iklim yang kondusif, dukungan kesempatan berusaha, dukungan, bantuan serta pengembangan yang seluas-luasnya, sehingga dapat menambah kedudukan, peran, juga potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, pemerataan serta menaikkan pendapatan rakyat, pembukaan lapangan kerja, juga penghapusan kemiskinan.

 

Langkah Untuk Memajukan Industri Kecil Dan Sederhana

Makna Industri Kecil

 

1. Menurut Mubyarto

Industri kecil serta industri pedesaan kebanyakan tak sanggup dipisahkan gara-gara keduanya tunjukkan sebagian persamaan. Industri pedesaan biasanya adalah industri kecil yang obyek utamanya merupakan menambah penghasilan keluarga.

 

2. Menganut Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku independent serta tidak dulu menggantungkan diri terhadap siapa saja juga, tak pernah terdengar suara serta tuntutan- tuntutanya sebab mereka benar-benar lemah dan tidak membawa akses ke media massa.

Tidak pernah termasuk menuntut sarana yang diberikan berasal dari pemerintah, tak sadar dan juga tak bisa saja sanggup jelas instrumen canggih juga serba abstrak, tapi besar pendapatannya.

 

3. Menurut Depperindag

Industri kecil yakni sebagai industri kecil yang mempunyai nilai investasinya seutuhnya hingga bersama dengan Rp 200 juta di luar tanah juga bangunan. Hal itu di sesuai bersama Surat Keputusan Menteri Perindustrian juga Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 

4. Menurut Bank Indonesia

Industri kecil adalah kalau sebuah nilai aset tidak terhitung tanah dan juga bangunan berjumlah tidak melebihi dari Rp.600 juta. Dalam hal ini kepemimpinan Bank Indonesia termasuk memastikan bila industri kecil sedikitnya 50 prosen modal bisnis dimiliki pribumi serta beberapa pengurus usaha tersebut adalah pribumi.

 

5. Merujuk Badan Pusat Statistik

Industri kecil yaitu sebuah industri yang hanya mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri berasal dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang tidak untuk dibayar. Perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri tempat tinggal tangga.

Di didalam UU No.9 /1999 ditetapkan bila bisnis kecil yaitu satu usaha yang miliki nilai asset neto (tidak termasuk tanah dan juga bangunan) yang melebihi Rp 200 juta, atau penjualan per th. tidak kian besar dari Rp 1 miliar.

 

Kelompok Industri Kecil

Departemen Perindustrian mengkategorikan industri kecil dalam tiga style yaitu :

Industri Kecil Tradisional memiliki ciri – ciri sebagai selanjutnya :

Lokasi di daerah-daerah perdesaan.

Mesin yang dimanfaatkan serta alat kelengkapan modal hanya relatif sederhana.

Aksesnya guna meraih atau menggapai pasar di luar wilayahnya yang berdekatan terbatas.

Metode teknologi yang dimanfaatkan sederhana.

Dilibatkan didalam tatanan memproses besar serta menengah bersama dengan metode pemasaran domestik juga ekspor.

Menggunakan teknologi sistem madya (intermediate process technology).

Memanfaatkan mesin spesifik dan alat perlengkapan lainnya.

Mempunyai sekala produksi yang sangat terbatas.

 

Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar itu mencakup beraneka industri kecil yang sangat banyak ragam menjadi dari industri kecil yang mengfungsikan teknologi dalam tatanan madya atau teknologi tatanan maju.

Kecuali mempunyai potensi untuk dapat menyediakan lapangan kerja dan peluang untuk beroleh penghasilan bagi grup berpendapatan rendah khususnya di wilayah-wilayah pedesaan, industri kecil juga didorong bersama landasan dalam budaya.

 

Ciri Industri Kecil Serta Sederhana

Metode akuntansi tak cukup baik lebih-lebih tak miliki metode sama sekali.

Kemampuan pemasaran yang amat terbatas cuma secara individu.

Sekala ekonomi terlalu kecil supaya terlampau sukar untuk menekan biaya.

Kegiatan condong tidak formal juga jarang membawa rancangan didalam usaha.

Struktur organisasi yang benar-benar sederhana.

Kebanyakan tidak mengatasi kekayaan spesial bersama kekayaan perusahaan.

Jumlah tenaga kerja yang terbatas bersama pembagian kerja yang terbatas.

Marjin laba sangat terbatas.

Ciri-Ciri Industri Kecil diidentikkan dengan beberapa ciri sebagai berikut:

Dilihat dari segi sosial ekonomi serta pasar, sering menekuni ada problem guna sanggup menembus pasar yang lebih luas sebab tak standarnya product dibanding bersama dengan produk industri besar.

Dari aspek sarana dan juga teknologi memakai teknologi yang benar-benar terbatas juga sering kali out of date, gampang diungguli pesaing dan merintis kesusahan manejerial dan finansial di dalam tatanan perluasan teknologi.

Dari segi sistem produksi, mempunyai sistem produksi yang terlampau rendah, kerap kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tak dibayar juga susah menumbuhkan desain dari sebuah produknya.

Berdasar faktor kapital, industri kecil yakni industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat melakukan ekspansi, tak tahan dumping dan modal kerap dipergunakan untuk keperluan rumah tangga.

Berdasarkan segi manajemen, industri kecil yakni industri yang rentan terhadap pesaing, pasif dan tanpa integrasi serta perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan juga kontrol.

Menurut faktor personil, industri kecil merupakan industri yang sering yang dijalankan secara independen (self employment), tak menuntut sebuah keterampilan yang lebih tinggi, lemah latar belakang bisnis atau masalah latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, dan juga tidak cukup wawasan pertumbuhan di luar.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana Di Indonesia

Berdasar Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan bisnis industri ditetapkan berdasar kuantitas tenaga kerja serta nilai investasinya dibagi jadi 3, yaitu: industri kecil, industri menengah, dan juga industri besar.

Definisi industri kecil yaitu satu industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, juga nilai investasi yang dimiliki tidak cukup dari 1 miliar rupiah, tak terhitung tanah juga bangunan daerah usaha.

Berikut ini umpama dari industri kecil di Indonesia, yakni:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan juga simpel di penang Malaysia

Penang merupakan tidak benar satu negara bagian paling maju di Malaysia. Wilayah yang populer bersama dengan industri kesehatan ini memiliki infrastruktur kelas wahid. Di wilayah pesisir timurnya terkandung metode jalur tol yang terdiri dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, juga Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna mendukung jaringan jalan tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengelilingi negara bagian berwujud pulau itu. Di kota ini saat ini terdapat dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, sedangkan Jalan Masjid Negeri dan juga Jalan Skotlandia menjadi jalur lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana produksi adalah hal yang amat diperlukan oleh pelaku IKM di dalam menggerakkan usahanya, oleh gara-gara itu harus dilakukan fasilitasi mencakup :

 

1. Pemberian Dana Bergulir

Berdasarkan hasil observasi bahwa pertolongan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang untuk saat ditutup, yakni sejak dari th. 2008 hingga kala itu belum mampu disalurkan kepada pelaku UMKM, karena sambil menanti tatanan legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Bantuan Dana Bergulir Pemkot Bontang terlampau dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, karena dengan suku bunga yang rendah yakni 6 prosen per tahun amat membantu IKM didalam memajukan usahanya. Dukungan permodalan itu merupakan salah satu wujud kepedulian untuk memberdayakan pada pelaku UMKM yang tersedia di Bontang.

 

2. Pemberian Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan apabila pertolongan fasilitas memproduksi yang diberikan oleh Dinas Perindagkop serta UMKM amat membantu pelaku IKM didalam menaikkan mutu serta jumlah produknya, agar produk yang dihasilkan dapat berdaya saing tinggi. Namun demikianlah masih terkandung permasalahan berkaitan pertolongan peralatan memproduksi ke IKM yaitu : Masih terdapat peralatan yang diberikan kepada IKM tidak dapat dimanfaatkan, karena pemanfaatan peralatan tersebut membuahkan produk yang tidak cukup baik kualitasnya, disamping itu terkandung jg peralatan tidak mampu dipakai oleh IKM sebab daya listrik peralatan berikut telalu
tinggi, pas kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memfasilitasi Pemasaran

Untuk menopang akses pemasaran produk IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop dan juga UMKM mengimbuhkan fasilitas pemasaran melalui :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Dari hasil percobaan apabila fasilitasi outlet penjualan secara umum amat berfungsi bagi pelaku IKM, gara-gara bersama dengan adanya fasilitasi itu mampu mendukung pemasaran produk IKM agar bisa menambah penjualan produk. Namun demikian masih terdapat permasalahan yang terlihat yakni : tak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga dapat menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal ini berlangsung karena pihak pengelola outlet yang telah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang mesti menunggu uang hasil penjualan terkumpul makin dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tak hanya itu kadang juga difungsikan untuk menanggulangi gaji petugas outlet saat gaji mereka belum cair dari Dinas, nanti setelah gaji mereka cair dari Dinas baru digantikan uang penjualan IKM. Masalah lain yang muncul yakni di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yakni : Sebagian product yang tersedia kurang laris, sehingga sering terjadi produk yang kadaluarsa. Hal tersebut diakibatkan gara-gara aspek tempat penjualan UMKM center yang tampilannya berasal dari luar tidak cukup mengetahui dilihat oleh pembeli serta terkesan hanya sebagai kantor saja, padahal tak hanya dimanfaatkan sebagai kantor UPT dana bergulir termasuk sebagai daerah penjualan produk IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Aktivitas promosi/pameran yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang adalah keliru satu aktivitas yang terlalu digemari dan diminati oleh pelaku IKM, lebih-lebih kecuali promosi/pameran dijalankan di luar daerah-daerah. Dari hasil observasi menyatakan bahwa pelaku IKM terlampau suka dengan adanya kegiatan pameran yang melibatkan IKM, gara-gara kesibukan promosi/pameran adalah kesempatan yang baik guna beroleh penjualan secara maksimal. Kecuali itu manfaat lain yang dapat diperoleh oleh IKM pada saat pameran merupakan menjalin kerjasama pemasaran juga bahan baku, serta mampu melihat, membandingkan dan juga mengadopsi inovasi produk yang ditampilkan area lain. Permasalahan yang berlangsung adalah pengembangan penjualan yang didapatkan IKM hanya cuman terhadap pas pameran saja, akan namun sehabis pasca pameran tidak terjadi peningkatan penjualan. Padahal obyek utama dilaksanakannya kesibukan pameran adalah guna mempromosikan potensi product unggulan juga terhubung peluang investasi area, agar berhubungan kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasarkan observasi dilapangan apabila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang terlalu berguna pada pelaku IKM terutama sertifikasi halal, gara-gara dengan sertifikasi halal tersebut dapat beri tambahan keyakinan pembeli pada kehalalan sebuah produk yang di pasarkan agar akan tingkatkan penjualan product IKM. Adapun masalah yang berjalan merupakan sistem pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu lebih kurang 2 (dua) bulan. Hal ini diakibatkan gara-gara perlu melalui sebagian tahapan yakni mulai dari identifikasi beberapa syarat permintaan sampai terhadap bagian audit internal bersama dengan lakukan survey di lokasi area usaha, sesudah itu hasil dari audit internal dilaksanakan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI untuk pilih layak atau tak guna beroleh sertifikat halal. Kecuali itu guna pengurusan sertifikat halal tersebut wajib lewat LP POM MUI Samarinda dikarenakan di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda kebanyakan berpofesi sebagai dosen, supaya ketika akan dilaksanakan audit internal wajib sesuaikan waktunya sehingga tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

13 − 2 =