Kegiatan Ekonomi Industri Kecil Dan Sederhana

Kegiatan Ekonomi Industri Kecil Dan Sederhana – Saat ini dapat membicarakan mengenai pengertian Industri kecil juga ciri-ciri dan terhitung kategori yang ada terhadap industri kecil, tanpa banyak bicara mari kita langsung aja kupas dibawah..

Aktifitas industri menggunakan strategi pembangunan yang mempunyai tujuan untuk memfasilitasi proses transformasi dari sektor pertanian ke sektor industri melalui pendekatan pertumbuhan pusat. (growth centre), dan memasang industri sebagai leading sector.

Serta industri kecil dipandang dapat guna menjadi salah satu anggota dari industri yang berpotensi untuk dikembangkan ke sasaran dari trick pembangunan itu.

Industri kecil membawa fungsi yang sangat strategis guna sanggup meningkatkan pendapatan, peningkatan kesempatan kerja, peluang peluang mengupayakan dan juga juga menanggulangi kemiskinan.

 

Kegiatan Ekonomi Industri Kecil Dan Sederhana

Pengertian Industri Kecil

 

1. Menurut Mubyarto

Industri kecil dan juga industri pedesaan umumnya tidak sanggup dipisahkan sebab keduanya menyatakan lebih dari satu persamaan. Industri pedesaan kebanyakan yaitu industri kecil yang tujuan utamanya yakni tingkatkan penghasilan keluarga.

 

2. Menganut Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku independent juga tak pernah menggantungkan diri terhadap siapapun juga, tak pernah terdengar suara dan juga tuntutan- tuntutanya karena mereka amat lemah serta tak membawa akses ke sarana massa.

Tidak dulu termasuk menuntut layanan yang diberikan dari pemerintah, tidak mengerti juga tak mungkin sanggup paham instrumen canggih dan serba abstrak, tetapi besar pendapatannya.

 

3. Menganut Depperindag

Industri kecil adalah sebagai industri kecil yang membawa nilai investasinya sepenuhnya sampai dengan Rp 200 juta di luar tanah dan juga bangunan. Hal ini di sesuai bersama Surat Keputusan Menteri Perindustrian serta Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 

4. Berdasarkan Bank Indonesia

Industri kecil adalah jika sebuah nilai aset tidak termasuk tanah serta bangunan berjumlah tidak melebihi dari Rp.600 juta. Dalam hal tersebut kepemimpinan Bank Indonesia termasuk menentukan apabila industri kecil sekurang-kurangnya 50 % modal usaha dimiliki pribumi juga beberapa pengurus usaha berikut adalah pribumi.

 

5. Menganut Badan Pusat Statistik

Industri kecil yakni sebuah industri yang hanya mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri berasal dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik serta pekerja keluarga yang tidak guna dibayar. Perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri tempat tinggal tangga.

Di di dalam UU No.9 /1999 ditetapkan bila usaha kecil merupakan suatu usaha yang punya nilai asset neto (tidak juga tanah dan bangunan) yang melebihi Rp 200 juta, ataupun penjualan per th. tidak lebih besar dari Rp 1 miliar.

 

Kategori Industri Kecil

Departemen Perindustrian mengkategorikan industri kecil didalam tiga tipe yaitu :

Industri Kecil Tradisional mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

Lokasi di daerah-daerah perdesaan.

Mesin yang dipergunakan serta alat kelengkapan modal hanya relatif sederhana.

Aksesnya guna capai maupun menggapai pasar di luar lingkungannya yang berdekatan terbatas.

Metode teknologi yang difungsikan sederhana.

Dilibatkan dalam tatanan produksi besar juga menengah dengan sistem pemasaran domestik dan juga ekspor.

Memakai teknologi sistem madya (intermediate process technology).

Memakai mesin spesifik juga alat perlengkapan lainnya.

Memiliki sekala mengolah yang benar-benar terbatas.

 

Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar itu mencakup beragam industri kecil yang terlampau banyak variasi mulai berasal dari industri kecil yang mengfungsikan teknologi dalam metode madya atau teknologi metode maju.

Disamping mempunyai kelebihan untuk bisa sediakan lapangan kerja juga peluang untuk meraih pendapatan bagi kelompok berpenghasilan rendah terlebih di daerah-daerah pedesaan, industri kecil termasuk didorong bersama landasan di dalam budaya.

 

Karakteristik Industri Kecil Serta Sederhana

Sistem akuntansi tak cukup baik lebih-lebih tak punya tatanan serupa sekali.

Kompetensi pemasaran yang terlampau terbatas cuma secara individu.

Sekala ekonomi terlampau kecil supaya terlalu susah untuk menghimpit biaya.

Kegiatan condong tak formal serta jarang membawa konsep dalam usaha.

Struktur organisasi yang sangat sederhana.

Kebanyakan tidak mengatasi kekayaan pribadi dengan kekayaan perusahaan.

Jumlah tenaga kerja yang terbatas bersama dengan proporsi kerja yang terbatas.

Marjin keuntungan terlalu terbatas.

Ciri-Ciri Industri Kecil serupa bersama dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Dilihat dari aspek sosial ekonomi dan pasar, kerap meniti kesusahan guna sanggup menembus pasar yang makin luas dikarenakan tidak standarnya product dibanding dengan product industri besar.

Dari aspek sarana serta teknologi pakai teknologi yang terlampau terbatas dan juga sering kali out of date, gampang diungguli pesaing juga meniti susah manejerial dan finansial dalam sistem pengembangan teknologi.

Dari aspek tatanan produksi, membawa tatanan mengolah yang terlampau rendah, sering kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tak dibayar serta sulit memajukan desain berasal dari sebuah produknya.

Berdasarkan segi kapital, industri kecil yaitu industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat jalankan ekspansi, tak tahan dumping dan modal kerap dimanfaatkan guna kebutuhan tempat tinggal tangga.

Menurut faktor manajemen, industri kecil merupakan industri yang rentan terhadap pesaing, pasif dan juga tanpa integrasi serta perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta kontrol.

Berdasar faktor personil, industri kecil yakni industri yang sering yang dilakukan secara independen (self employment), tidak menuntut sebuah keterampilan yang kian tinggi, lemah latar belakang usaha atau persoalan latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, serta kurang wawasan pertumbuhan di luar.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana

Berdasarkan Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan bisnis industri ditetapkan berdasarkan jumlah tenaga kerja serta nilai investasinya dibagi menjadi 3, yaitu: industri kecil, industri menengah, serta industri besar.

Makna industri kecil yaitu suatu industri yang membawa karyawan maksimal 19 orang, dan juga nilai investasi yang dimiliki kurang berasal dari 1 miliar rupiah, tak termasuk tanah juga bangunan tempat usaha.

Berikut ini contoh berasal dari industri kecil di Indonesia, yaitu:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil serta sederhana di penang Malaysia

Penang adalah tidak benar satu negara bagian paling maju di Malaysia. Wilayah yang kondang dengan industri kesegaran itu miliki infrastruktur kelas wahid. Di wilayah pesisir timurnya terdapat tatanan jalur tol yang terdiri berasal dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, serta Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna membantu jaringan jalan tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengitari negara bagian bersifat pulau itu. Di kota itu saat ini terkandung dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, tetapi Jalan Masjid Negeri dan juga Jalan Skotlandia menjadi jalur lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana mengolah merupakan perihal yang terlalu dibutuhkan oleh pelaku IKM di dalam menggerakkan usahanya, oleh dikarenakan itu perlu dikerjakan fasilitasi mencakup :

 

1. Bantuan Dana Bergulir

Berdasar hasil observasi bahwa pemberian dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang guna waktu ditutup, yakni sejak dari th. 2008 hingga saat itu belum bisa diberikan ke pelaku UMKM, sebab sambil menunggu metode legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Bantuan Dana Bergulir Pemkot Bontang terlampau dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, sebab dengan suku bunga yang rendah yakni 6 persen per tahun benar-benar menunjang IKM didalam mengembangkan usahanya. Bantuan permodalan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian guna memberdayakan ke pelaku UMKM yang tersedia di Bontang.

 

2. Pemberian Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan bahwa dukungan layanan produksi yang diberikan oleh Dinas Perindagkop juga UMKM terlampau mendukung pelaku IKM dalam tingkatkan kualitas juga kuantitas produknya, sehingga produk yang dihasilkan sanggup berdaya saing tinggi. Namun demikian tetap terkandung masalah terkait perlindungan peralatan mengolah pada IKM yaitu : Masih terkandung peralatan yang diberikan ke IKM tak bisa dimanfaatkan, gara-gara pemanfaatan peralatan tersebut menghasilkan produk yang kurang baik kualitasnya, disamping itu terkandung jg peralatan tidak mampu digunakan oleh IKM karena energi listrik peralatan berikut telalu
tinggi, selagi kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memberikan Fasilitas Pemasaran

Untuk menunjang akses pemasaran product IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop dan UMKM memberikan layanan pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil penelitian apabila fasilitasi outlet penjualan secara umum terlampau berfungsi bagi pelaku IKM, karena dengan terdapatnya fasilitasi itu dapat membantu pemasaran produk IKM sehingga bisa menaikkan penjualan produk. Namun demikianlah masih terkandung persoalan yang keluar yaitu : tak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, supaya akan menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal tersebut berjalan gara-gara pihak pengelola outlet yang udah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Bontang perlu menanti duwit hasil penjualan terkumpul kian dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tak hanya itu kadang juga dipakai untuk menangani gaji petugas outlet ketika gaji mereka belum cair berasal dari Dinas, nanti sehabis gaji mereka cair dari Dinas baru digantikan uang penjualan IKM. Masalah lain yang nampak yaitu di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yaitu : Sebagian product yang tersedia tidak cukup laris, supaya kerap berjalan produk yang kadaluarsa. Hal itu diakibatkan dikarenakan segi daerah penjualan UMKM center yang tampilannya dari luar tidak cukup mengerti dilihat oleh konsumen dan juga terkesan cuma sebagai kantor saja, padahal selain dipakai sebagai kantor UPT dana bergulir termasuk sebagai tempat penjualan product IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Aktivitas promosi/pameran yang dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang yaitu tidak benar satu aktivitas yang sangat digemari dan diminati oleh pelaku IKM, bahkan kecuali promosi/pameran ditunaikan di luar daerah-daerah. Dari hasil observasi membuktikan apabila pelaku IKM amat suka bersama dengan ada aktivitas pameran yang melibatkan IKM, gara-gara kegiatan promosi/pameran yaitu kesempatan yang baik untuk mendapatkan penjualan secara maksimal. Selain itu fungsi lain yang bisa diperoleh oleh IKM terhadap pas pameran adalah menjalin kerjasama pemasaran juga bahan baku, juga sanggup melihat, membandingkan serta mengadopsi inovasi product yang ditampilkan area lain. Permasalahan yang berlangsung adalah perluasan penjualan yang didapatkan IKM hanya sekedar terhadap waktu pameran saja, bakal tetapi sehabis pasca pameran tak berjalan peningkatan penjualan. Padahal target utama dilaksanakannya aktivitas pameran yakni guna mempromosikan potensi product unggulan dan juga membuka peluang investasi daerah-daerah, agar berhubungan kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasarkan observasi dilapangan apabila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Bontang terlalu berfungsi pada pelaku IKM terutama sertifikasi halal, sebab bersama dengan sertifikasi halal itu dapat memberikan kepercayaan pembeli pada kehalalan suatu product yang di pasarkan sehingga bakal menambah penjualan product IKM. Adapun masalah yang berjalan yakni sistem pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kira-kira 2 (dua) bulan. Hal ini diakibatkan karena mesti lewat sebagian tahapan yaitu menjadi dari identifikasi syarat-syarat keinginan hingga pada bagian audit internal bersama dengan jalankan survey di wilayah daerah usaha, sesudah itu hasil berasal dari audit internal ditunaikan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI untuk memilih layak ataupun tidak untuk meraih sertifikat halal. Kecuali itu untuk pengurusan sertifikat halal ini perlu lewat LP POM MUI Samarinda sebab di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda rata-rata berpofesi sebagai dosen, supaya saat bakal ditunaikan audit internal mesti menyesuaikan waktunya supaya tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

14 + 11 =