Jurnal Industri Kecil Dan Sederhana di Era Pandemi

Jurnal Industri Kecil Dan Sederhana di Era Pandemi – Industri kecil adalah usaha ekonomi yang tersebar luas diseluruh daerah, lebih dari satu besar dijalankan oleh golongan ekonomi lemah. Oleh karenanya, industry kecil perlu peranannya didalam pemerataan, berasal dari peningkatan penyerapan tenaga kerja, pengembangan kesempatan berusaha, sampai mendorong pertumbuhan ekonomi.Tumbuhnya para wiraswasta yang sebagian sanggup menjadi pengusaha menengah. Dalam rangka menambah penerimaan devisa juga penghematan devisa, industri kecil mampu berperan di dalam penyediaan product substitusi impor dan meningkatkan produk ekspor.

Kedudukan manusia di dalam suatu dunia usaha amat menentukan karena posisinya tidak cuman sebagai objek juga subjek di dalam sistem pencapaian hasil usaha. Oleh dikarenakan itu hidup matinya suatu dunia usaha, segi manusia terlalu menentukan. Pentingnya aspek manusia didalam dunia usaha, maka kudu mendapat pengawasan yang lebih besar sehingga sanggup tingkatkan kekuatan saing didalam dunia usaha. Sementara eksistensi manusia didalam dunia usaha belum semuanya ditopang bersama dengan kinerja, keterampilan sesuai bidang
usaha yang dimiliki, dan juga keadaan inilah yang memicu para entrepreneur tidak cukup bisa beradu disegmen pasar tenaga kerja. mengamati fenomena selanjutnya maka harus pembinaan secara simultan cocok bidang usaha yang dikembangkan, baik pada usaha industri kecil maupun menengah.

 

Jurnal Industri Kecil Dan Sederhana di Era Pandemi

Makna Industri Kecil

 

1. Menganut Mubyarto

Industri kecil juga industri pedesaan umumnya tak sanggup dipisahkan karena keduanya perlihatkan sebagian persamaan. Industri pedesaan umumnya merupakan industri kecil yang obyek utamanya adalah tingkatkan penghasilan keluarga.

 

2. Menganut Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku mandiri dan juga tak dulu menggantungkan diri pada barang siapa juga, tak pernah terdengar suara dan juga tuntutan- tuntutanya dikarenakan mereka terlalu lemah juga tak mempunyai akses ke sarana massa.

Tak pernah terhitung menuntut layanan yang diberikan berasal dari pemerintah, tidak sadar dan juga tak bisa saja bisa menyadari instrumen canggih dan juga serba abstrak, tapi tinggi penghasilanya.

 

3. Menganut Depperindag

Industri kecil yakni sebagai industri kecil yang mempunyai nilai investasinya sepenuhnya hingga bersama dengan Rp 200 juta di luar tanah dan bangunan. Hal itu di cocok bersama Surat Keputusan Menteri Perindustrian juga Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 

4. Menurut Bank Indonesia

Industri kecil yakni jika sebuah nilai aset tidak terhitung tanah juga bangunan berjumlah tak melebihi berasal dari Rp.600 juta. Dalam hal ini kepemimpinan Bank Indonesia terhitung memastikan bila industri kecil sedikitnya 50 persen modal bisnis dimiliki pribumi dan lebih dari satu pengurus bisnis selanjutnya yakni pribumi.

 

5. Menganut Badan Pusat Statistik

Industri kecil yakni sebuah industri yang hanya mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri berasal dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang tidak guna dibayar. Perusahaan industri yang membawa tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri tempat tinggal tangga.

Di didalam UU No.9 /1999 ditetapkan bahwa bisnis kecil yaitu sebuah bisnis yang miliki nilai asset neto (tidak juga tanah juga bangunan) yang melebihi Rp 200 juta, maupun penjualan per th. tidak kian besar berasal dari Rp 1 miliar.

 

Kelompok Industri Kecil

Departemen Perindustrian mengkategorikan industri kecil di dalam tiga model yakni :

Industri Kecil Tradisional punya ciri – ciri sebagai selanjutnya :

Lokasi di daerah-daerah perdesaan.

Mesin yang dipergunakan dan alat kelengkapan modal cuma relatif sederhana.

Aksesnya untuk meraih maupun menggapai pasar di luar daerahnya yang berdekatan terbatas.

Mekanisme teknologi yang dimanfaatkan sederhana.

Dilibatkan didalam tatanan memproduksi besar dan menengah bersama tatanan pemasaran domestik dan juga ekspor.

Memanfaatkan teknologi tatanan madya (intermediate process technology).

Menggunakan mesin tertentu serta alat perlengkapan lainnya.

Mempunyai sekala memproses yang terlampau terbatas.

 

Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar itu mencakup bermacam industri kecil yang sangat banyak variasi jadi berasal dari industri kecil yang pakai teknologi di dalam tatanan madya ataupun teknologi sistem maju.

Kecuali membawa kelebihan guna bisa menyediakan lapangan kerja dan juga kesempatan untuk mendapatkan pendapatan bagi group berpendapatan rendah terutama di wilayah-wilayah pedesaan, industri kecil terhitung didorong bersama dengan landasan didalam budaya.

 

Ciri Industri Kecil Juga Sederhana Stpm

Tatanan akuntansi kurang baik bahkan tidak memiliki metode serupa sekali.

Kompetensi pemasaran yang benar-benar terbatas hanya secara individu.

Sekala ekonomi terlampau kecil sehingga terlalu sukar guna menghimpit biaya.

Kegiatan condong tidak resmi serta jarang membawa konsep dalam usaha.

Struktur organisasi yang sangat sederhana.

Kebanyakan tak memisahkan kekayaan spesial bersama dengan kekayaan perusahaan.

Jumlah karyawan yang terbatas bersama jatah kerja yang terbatas.

Marjin keuntungan terlalu terbatas.

Ciri-Ciri Industri Kecil diidentikkan bersama ciri-ciri seperti berikut:

Dilihat berasal dari segi sosial ekonomi dan pasar, sering menekuni ada masalah guna dapat menembus pasar yang makin luas dikarenakan tidak standarnya produk dibanding dengan produk industri besar.

Dari faktor sarana juga teknologi menggunakan teknologi yang sangat terbatas dan juga kerap kali out of date, enteng diungguli pesaing dan menjalani kesulitan manejerial dan finansial di dalam metode perluasan teknologi.

Dari segi metode produksi, membawa sistem mengolah yang terlampau rendah, sering kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tak dibayar serta sulit mengembangkan desain berasal dari sebuah produknya.

Berdasar faktor kapital, industri kecil adalah industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat melakukan ekspansi, tak tahan dumping dan modal sering dimanfaatkan guna kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan aspek manajemen, industri kecil adalah industri yang rentan terhadap pesaing, pasif serta tanpa integrasi serta perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan juga kontrol.

Dari aspek personil, industri kecil yakni industri yang kerap yang ditunaikan secara independen (self employment), tidak menuntut sebuah keterampilan yang makin tinggi, lemah latar belakang usaha atau kasus latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, serta kurang wawasan pertumbuhan di luar.

 

Contoh Jenis Industri Kecil Dan Sederhana Saat Masa Covid-19

Berdasarkan Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan usaha industri ditetapkan menurut kuantitas tenaga kerja serta nilai investasinya dibagi jadi 3, yaitu: industri kecil, industri menengah, dan industri besar.

Makna industri kecil adalah sebuah industri yang membawa karyawan maksimal 19 orang, dan juga nilai investasi yang dimiliki tidak cukup dari 1 miliar rupiah, tidak juga tanah serta bangunan tempat usaha.

Berikut ini perumpamaan dari industri kecil di Indonesia, yaitu:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan simpel di penang Malaysia

Penang adalah tidak benar satu negara bagian paling maju di Malaysia. Wilayah yang tenar bersama industri kesegaran ini mempunyai infrastruktur kelas wahid. Di lokasi pesisir timurnya terdapat sistem jalur tol yang terdiri dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, serta Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna menunjang jaringan jalur tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengelilingi negara bagian berwujud pulau itu. Di kota ini sekarang terkandung dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, sedangkan Jalan Masjid Negeri juga Jalan Skotlandia jadi jalan lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana mengolah adalah perihal yang terlalu dibutuhkan oleh pelaku IKM didalam menggerakkan usahanya, oleh gara-gara itu harus ditunaikan fasilitasi mencakup :

 

1. Bantuan Dana Bergulir

Menurut hasil observasi apabila perlindungan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang guna pas ditutup, yaitu sejak berasal dari th. 2008 sampai saat itu belum sanggup disalurkan pada pelaku UMKM, dikarenakan sambil menanti metode legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Dukungan Dana Bergulir Pemkot Bontang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, dikarenakan bersama suku bunga yang rendah yaitu 6 prosen per th. terlampau membantu IKM dalam mengembangkan usahanya. Bantuan permodalan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian guna memberdayakan pada pelaku UMKM yang ada di Bontang.

 

2. Pemberian Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan bahwa pertolongan sarana memproses yang diberikan oleh Dinas Perindagkop serta UMKM sangat menolong pelaku IKM dalam menaikkan kualitas dan kuantitas produknya, supaya produk yang dihasilkan sanggup berdaya saing tinggi. Namun demikian masih terkandung persoalan berkenaan pemberian peralatan memproduksi pada IKM yaitu : Masih terdapat peralatan yang diberikan kepada IKM tak bisa dipergunakan, gara-gara penggunaan peralatan berikut menghasilkan product yang kurang baik kualitasnya, disamping itu terdapat jg peralatan tidak sanggup digunakan oleh IKM sebab energi listrik peralatan selanjutnya telalu
tinggi, waktu kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memberikan Fasilitas Pemasaran

Untuk mendukung akses pemasaran product IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop juga UMKM memberi tambahan layanan pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil riset bila fasilitasi outlet penjualan secara lazim terlampau berfaedah bagi pelaku IKM, gara-gara bersama adanya fasilitasi tersebut dapat menolong pemasaran produk IKM agar sanggup menambah penjualan produk. Namun demikian masih terdapat problem yang nampak yaitu : tidak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga bakal menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal ini berlangsung dikarenakan pihak pengelola outlet yang udah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang kudu menanti duwit hasil penjualan terkumpul makin dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tidak cuman itu kadang termasuk digunakan untuk mengatasi gaji petugas outlet kala gaji mereka belum cair berasal dari Dinas, nanti sesudah gaji mereka cair berasal dari Dinas baru digantikan duit penjualan IKM. Masalah lain yang keluar adalah di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yakni : Sebagian product yang tersedia kurang laris, supaya sering berjalan product yang kadaluarsa. Hal itu diakibatkan dikarenakan aspek area penjualan UMKM center yang tampilannya dari luar tidak cukup mengetahui dicermati oleh customer juga terkesan hanya sebagai kantor saja, padahal tidak cuman difungsikan sebagai kantor UPT dana bergulir termasuk sebagai tempat penjualan product IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Aktivitas promosi/pameran yang ditunaikan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Bontang merupakan keliru satu kegiatan yang amat digemari dan juga diminati oleh pelaku IKM, lebih-lebih kecuali promosi/pameran dijalankan di luar wilayah-wilayah. Dari hasil observasi menunjukkan apabila pelaku IKM sangat suka bersama dengan terdapatnya kegiatan pameran yang melibatkan IKM, dikarenakan aktivitas promosi/pameran adalah kesempatan yang baik untuk meraih penjualan secara maksimal. Disamping itu manfaat lain yang bisa diperoleh oleh IKM terhadap waktu pameran yaitu merangkai kerjasama pemasaran juga bahan baku, juga bisa melihat, membandingkan juga mengadopsi inovasi product yang ditampilkan tempat lain. Permasalahan yang berjalan adalah pengembangan penjualan yang didapatkan IKM cuma cuman pada waktu pameran saja, akan namun sesudah pasca pameran tak berjalan peningkatan penjualan. Padahal obyek utama dilaksanakannya aktivitas pameran adalah untuk mempromosikan potensi produk unggulan dan juga membuka kesempatan investasi wilayah-wilayah, agar terjalin kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasar observasi dilapangan apabila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang benar-benar berguna terhadap pelaku IKM lebih-lebih sertifikasi halal, sebab bersama sertifikasi halal itu akan menambahkan keyakinan kastemer pada kehalalan sebuah produk yang di pasarkan agar bakal tingkatkan penjualan product IKM. Adapun persoalan yang terjadi adalah tatanan pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kurang lebih 2 (dua) bulan. Hal itu diakibatkan karena wajib melalui lebih dari satu tahapan yakni merasa dari identifikasi syarat-syarat keinginan sampai pada tahap audit internal bersama dengan laksanakan survey di lokasi tempat usaha, setelah itu hasil berasal dari audit internal ditunaikan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI untuk pilih layak ataupun tak untuk mendapatkan sertifikat halal. Disamping itu untuk pengurusan sertifikat halal itu mesti lewat LP POM MUI Samarinda karena di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda umumnya berpofesi sebagai dosen, agar dikala bakal dijalankan audit internal perlu menyesuaikan waktunya sehingga tidak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

17 − seven =