Isu Yang Ada Pada Industri Kecil Dan Sederhana

Isu Yang Ada Pada Industri Kecil Dan Sederhana – Industri kecil merupakan bisnis ekonomi yang tersebar luas diseluruh daerah, lebih dari satu besar dilakukan oleh golongan ekonomi lemah. Oleh karenanya, industry kecil penting peranannya didalam pemerataan, berasal dari peningkatan penyerapan tenaga kerja, perluasan peluang berusaha, sampai mendorong pertumbuhan ekonomi.Tumbuhnya para wiraswasta yang lebih dari satu bisa jadi entrepreneur menengah. Dalam rangka menaikkan penerimaan devisa juga penghematan devisa, industri kecil mampu berfungsi dalam penyediaan produk substitusi impor juga meningkatkan produk ekspor.

Tingkatan manusia dalam suatu dunia bisnis sangat menentukan gara-gara posisinya selain sebagai objek terhitung subjek didalam sistem pendapatan hasil usaha. Oleh dikarenakan itu hidup matinya suatu dunia usaha, aspek manusia sangat menentukan. Pentingnya segi manusia dalam dunia usaha, bahwa kudu memperoleh pengawasan yang lebih besar agar dapat tingkatkan energi saing di dalam dunia usaha. Sementara keberadaan manusia dalam dunia usaha belum seluruhnya ditopang dengan kinerja, keterampilan sesuai bidang
usaha yang dimiliki, juga kondisi inilah yang memicu para pengusaha kurang mampu beradu disegmen pasar tenaga kerja. Mencermati fenomena selanjutnya maka wajib pembinaan secara simultan cocok bidang usaha yang dikembangkan, baik terhadap usaha industri kecil maupun menengah.

 

Isu Yang Ada Pada Industri Kecil Dan Sederhana

Definisi Industri Kecil

 

1. Merujuk Mubyarto

Industri kecil juga industri pedesaan kebanyakan tidak dapat dipisahkan sebab keduanya perlihatkan lebih dari satu persamaan. Industri pedesaan kebanyakan yakni industri kecil yang tujuan utamanya merupakan menaikkan penghasilan keluarga.

 

2. Menganut Kwik Kian Gie

Para wiraswasta yang berprilaku independent dan tak pernah menggantungkan diri terhadap barang siapa juga, tak pernah terdengar suara dan tuntutan- tuntutanya gara-gara mereka amat lemah dan juga tidak membawa akses ke media massa.

Tak dulu termasuk menuntut sarana yang diberikan berasal dari pemerintah, tidak mengerti serta tidak bisa saja bisa jelas instrumen canggih serta serba abstrak, namun besar pendapatannya.

 

3. Merujuk Depperindag

Industri kecil yaitu sebagai industri kecil yang mempunyai nilai investasinya semuanya hingga dengan Rp 200 juta di luar tanah serta bangunan. Hal itu di cocok bersama dengan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 254/MPP/Kep/1997 tanggal 28 juli 1997.

 

4. Menurut Bank Indonesia

Industri kecil merupakan kecuali sebuah nilai aset tak juga tanah dan juga bangunan berjumlah tak melebihi dari Rp.600 juta. Dalam hal itu kepemimpinan Bank Indonesia juga menentukan bila industri kecil sedikitnya 50 persen modal usaha dimiliki pribumi dan sebagian pengurus usaha berikut adalah pribumi.

 

5. Menurut Badan Pusat Statistik

Industri kecil yaitu sebuah industri yang hanya mempekerjakan 5-19 orang yang terdiri dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang tak guna dibayar. Perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang disebut sebagai industri rumah tangga.

Di di dalam UU No.9 /1999 ditetapkan apabila usaha kecil yakni sebuah usaha yang miliki nilai asset neto (tidak terhitung tanah dan bangunan) yang melebihi Rp 200 juta, ataupun penjualan per tahun tidak lebih besar berasal dari Rp 1 miliar.

 

Kelompok Industri Kecil

Departemen Perindustrian mengkategorikan industri kecil di dalam tiga style yaitu :

Industri Kecil Tradisional punyai ciri – ciri sebagai selanjutnya :

Lokasi di daerah-daerah perdesaan.

Mesin yang digunakan juga alat kelengkapan modal hanya relatif sederhana.

Aksesnya guna capai maupun menggapai pasar di luar wilayahnya yang berdekatan terbatas.

Proses teknologi yang digunakan sederhana.

Dilibatkan dalam metode memproses besar juga menengah bersama dengan sistem pemasaran domestik serta ekspor.

Memakai teknologi sistem madya (intermediate process technology).

Menggunakan mesin spesifik juga alat perlengkapan lainnya.

Mempunyai sekala memproduksi yang sangat terbatas.

 

Industri Kerajinan Besar

Industri kerajinan besar tersebut meliputi bermacam industri kecil yang amat beragam merasa dari industri kecil yang menggunakan teknologi didalam metode madya ataupun teknologi metode maju.

Kecuali mempunyai kelebihan guna sanggup sediakan lapangan kerja serta peluang untuk memperoleh pendapatan bagi kelompok berpenghasilan rendah lebih-lebih di wilayah pedesaan, industri kecil juga didorong bersama landasan didalam budaya.

 

Ciri-Ciri Industri Kecil Dan Sederhana Di Indonesia

Tatanan akuntansi tidak cukup baik apalagi tak punya sistem serupa sekali.

Kinerja pemasaran yang benar-benar terbatas cuma secara individu.

Sekala ekonomi terlampau kecil agar benar-benar susah guna menekan biaya.

Kegiatan cenderung tak formal dan jarang mempunyai rancangan didalam usaha.

Struktur organisasi yang terlalu sederhana.

Kebanyakan tidak mengantarai kekayaan teristimewa bersama dengan kekayaan perusahaan.

Jumlah karyawan yang terbatas bersama dengan pembagian kerja yang terbatas.

Marjin keuntungan terlampau terbatas.

Ciri Industri Kecil dianalogikan bersama tanda-tanda sebagai berikut:

Dilihat dari segi sosial ekonomi dan pasar, kerap menjalani kesulitan untuk mampu menembus pasar yang kian luas gara-gara tak standarnya product dibanding bersama produk industri besar.

Dari aspek sarana serta teknologi mengfungsikan teknologi yang sangat terbatas serta kerap kali out of date, gampang diungguli pesaing juga menjalani ada problem manejerial serta finansial dalam metode peningkatan teknologi.

Dari segi metode produksi, mempunyai metode memproses yang terlampau rendah, sering kali menggantungkan diri kepada pekerja keluarga yang tidak dibayar dan sukar memajukan desain berasal dari sebuah produknya.

Berdasar aspek kapital, industri kecil yakni industri yang nilai kapitalnya relatif kecil, lambat melakukan ekspansi, tidak tahan dumping dan modal kerap dimanfaatkan guna kebutuhan tempat tinggal tangga.

Berdasarkan aspek manajemen, industri kecil merupakan industri yang rentan terhadap pesaing, pasif dan juga tanpa integrasi dan juga perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan juga kontrol.

Dari segi personil, industri kecil merupakan industri yang kerap yang dilaksanakan secara berdiri sendiri (self employment), tidak menuntut sebuah keterampilan yang lebih tinggi, lemah latar belakang usaha maupun persoalan latar belakang akademisnya, lemah kaderisasi, serta tidak cukup wawasan perkembangan di luar.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana

Menurut Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan bisnis industri ditetapkan menurut kuantitas tenaga kerja dan juga nilai investasinya dibagi jadi 3, yakni: industri kecil, industri menengah, serta industri besar.

Penjelasan industri kecil yaitu suatu industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, dan juga nilai investasi yang dimiliki kurang dari 1 miliar rupiah, tidak terhitung tanah juga bangunan daerah usaha.

Berikut ini contoh berasal dari industri kecil di Indonesia, yaitu:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan juga simpel di penang Malaysia

Penang yakni keliru satu negara bagian paling maju di Malaysia. Wilayah yang kondang bersama industri kebugaran tersebut miliki infrastruktur kelas wahid. Di lokasi pesisir timurnya terdapat sistem jalur tol yang terdiri berasal dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, serta Jalur Cepat Bayan Lepas. Untuk menolong jaringan jalur tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang melingkari negara anggota berbentuk pulau itu. Di kota itu sekarang terdapat dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, sedangkan Jalan Masjid Negeri serta Jalan Skotlandia menjadi jalan lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana produksi merupakan perihal yang amat dibutuhkan oleh pelaku IKM di dalam mobilisasi usahanya, oleh sebab itu harus ditunaikan fasilitasi mencakup :

 

1. Pemberian Dana Bergulir

Berdasar hasil observasi apabila perlindungan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang untuk saat ditutup, yaitu sejak dari tahun 2008 sampai waktu ini belum sanggup disalurkan kepada pelaku UMKM, dikarenakan sambil menunggu metode legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Pertolongan Dana Bergulir Pemkot Bontang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, karena dengan suku bunga yang rendah yakni 6 % per tahun terlampau mendukung IKM didalam mengembangkan usahanya. Pertolongan permodalan itu yaitu salah satu wujud kepedulian guna memberdayakan ke pelaku UMKM yang ada di Bontang.

 

2. Dukungan Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan apabila bantuan fasilitas mengolah yang diberikan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM benar-benar menopang pelaku IKM dalam menambah mutu juga kuantitas produknya, sehingga product yang dihasilkan dapat berdaya saing tinggi. Namun demikian masih terkandung persoalan berkaitan pertolongan peralatan memproses kepada IKM yakni : Masih terkandung peralatan yang diberikan pada IKM tidak sanggup digunakan, gara-gara pemanfaatan peralatan tersebut membuahkan product yang tidak cukup baik kualitasnya, disamping itu terdapat jg peralatan tak sanggup dipakai oleh IKM gara-gara daya listrik peralatan berikut telalu
tinggi, sementara kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memfasilitasi Pemasaran

Untuk membantu akses pemasaran product IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop dan juga UMKM memberikan layanan pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil percobaan bahwa fasilitasi outlet penjualan secara lazim sangat berfungsi bagi pelaku IKM, gara-gara bersama terdapatnya fasilitasi itu mampu membantu pemasaran produk IKM supaya sanggup meningkatkan penjualan produk. Namun demikianlah tetap terdapat permasalahan yang terlihat yakni : tak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, supaya akan menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal ini berjalan karena pihak pengelola outlet yang udah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang wajib menunggu duwit hasil penjualan terkumpul makin dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tak sekedar itu kadang juga difungsikan guna mengatasi gaji petugas outlet ketika gaji mereka belum cair dari Dinas, nanti sesudah gaji mereka cair berasal dari Dinas baru digantikan duwit penjualan IKM. Masalah lain yang keluar merupakan di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yaitu : Sebagian produk yang ada kurang laris, agar sering terjadi product yang kadaluarsa. Hal itu diakibatkan dikarenakan aspek tempat penjualan UMKM center yang tampilannya berasal dari luar kurang sadar diamati oleh konsumen dan terkesan cuma sebagai kantor saja, padahal tidak cuman dimanfaatkan sebagai kantor UPT dana bergulir juga sebagai daerah penjualan produk IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Kegiatan promosi/pameran yang ditunaikan oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang yakni tidak benar satu kegiatan yang terlalu digemari dan juga diminati oleh pelaku IKM, bahkan jikalau promosi/pameran dijalankan di luar area. Dari hasil observasi menyatakan apabila pelaku IKM sangat bahagia bersama dengan terdapatnya kegiatan pameran yang melibatkan IKM, sebab kesibukan promosi/pameran yakni peluang yang baik guna meraih penjualan secara maksimal. Selain itu fungsi lain yang mampu diperoleh oleh IKM pada pas pameran yakni menjalin kerjasama pemasaran serta bahan baku, dan bisa melihat, membandingkan dan mengadopsi inovasi product yang ditampilkan tempat lain. Permasalahan yang terjadi yaitu perluasan penjualan yang didapatkan IKM cuma hanya pada saat pameran saja, bakal namun setelah pasca pameran tidak berjalan perluasan penjualan. Padahal target utama dilaksanakannya kegiatan pameran merupakan guna mempromosikan potensi product unggulan juga terhubung peluang investasi wilayah-wilayah, sehingga terjalin kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasar observasi dilapangan bila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang terlalu berfungsi pada pelaku IKM khususnya sertifikasi halal, karena bersama sertifikasi halal ini dapat memberi tambahan keyakinan costumer terhadap kehalalan suatu product yang di pasarkan sehingga bakal tingkatkan penjualan produk IKM. Adapun permasalahan yang berjalan adalah tatanan pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yakni kira-kira 2 (dua) bulan. Hal itu diakibatkan dikarenakan wajib melalui sebagian tahapan yakni mulai dari identifikasi persyaratan permintaan sampai terhadap tahap audit internal bersama dengan melaksanakan survey di lokasi daerah usaha, sehabis itu hasil berasal dari audit internal dijalankan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI guna memilih layak atau tidak guna meraih sertifikat halal. Selain itu untuk pengurusan sertifikat halal itu wajib lewat LP POM MUI Samarinda gara-gara di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda kebanyakan berpofesi sebagai dosen, supaya kala dapat dikerjakan audit internal wajib menyesuaikan waktunya agar tidak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

5 × five =