Industri Kecil Dan Sederhana Di Sarawak Saat Covid-19

Industri Kecil Dan Sederhana Di Sarawak Saat Covid-19 – Dalam UUD Nomor 5 Tahun 1984 berkenaan Perindustrian dijelaskan industri kecil yaitu kesibukan ekonomi yang produksi bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, juga ataupun barang menjadi menjadi barang bersama dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya. Sedangkan pengertian industri yang dikaitakan dengan proses pengolahan dan juga peningkatan industri yang dipergunakan sebagai dasar acuan berasal dari terhadap Departemen Perindustrian, yaitu : industri yakni alur kegiatan serta ekonomi yang mencakup pengolahan, pengerjaan, pengubahan, perbaikan bahan baku ataupun barang 1/2 jadi jadi barang yang berfaedah serta lebih berguna guna pemakaian dan juga usaha jasa yang menolong kegiatan diatas.

Menganut Biro Pusat Statistik (1993 :53) industri kecil adalah sebuah industri yang membawa tenaga kerja 5 (lima) hingga bersama 19 (sembilan belas) orang tenaga yang terdiri berasal dari pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik serta pekerja keluarga yang tidak dibayar. Dengan demikianlah di dalam usaha perolehan tujuan pembangunan industri, sub sektor industri kecil juga kerajinan rakyat dikehendaki mempunyai peran strategis, yakni sebagai penggerak utama peningkatan laju perkembangan ekonomi, penyerapan tenaga kerja juga pemutakhiran tatanan nilai masyarakat.

 

Industri Kecil Dan Sederhana Di Sarawak Saat Covid-19

A. Definisi Industri

Definisi industri merujuk UU Nomer 5 Tahun 1984 mengenai Perindustrian adalah kegiatan ekonomi yang memproses bahan mentah, bahan baku, barang 1/2 jadi, dan juga maupun barang menjadi jadi barang bersama nilai yang lebih tinggi guna penggunaannya, terhitung kesibukan rancang bangun dan juga perekayasaan industri.

Perusahaan industri yakni suatu unit bisnis yang lakukan aktivitas merubah suatu barang dasar jadi barang jadi maupun barang setengah menjadi maupun dari barang yang tidak cukup nilainya jadi barang yang lebih besar valuenya yang terletak di satu bangunan atau pada lokasi khusus yang membawa catatan administrasi sendiri berkenaan memproduksi serta susunan biaya, serta ada orang yang bertanggung jawab terhadap dampak usaha (BPS, 1990).

Menurut Kamus Ekonomi(1998), industri adalah usaha produktif, khususnya dalam bidang memproses maupun perusahaan khusus yang gunakan modal dan tenaga kerja didalam kuantitas yang relatif besar.

 

B. Definisi Industri Kecil

Industri kecil adalah kesibukan industri yang dikerjakan di rumah-rumah masyarakat yang pekerjanya adalah anggota keluarga sendiri yang tak terpancang jam kerja dan juga tempat. Industri kecil sanggup terhitung diambil kesimpulan sebagai usaha produktif diluar usaha pertanian, baik itu yaitu mata pencaharian utama ataupun sampingan (Tambunan, 1999). Industri kecil yaitu industri yang berskala kecil dan industri tempat tinggal tangga yang diusahakan guna meningkatkan penghasilan keluarga.

Industri Kerajinan Kecil meliputi beraneka industri kecil yang terlalu bervariasi mulai industri kecil yang manfaatkan teknologi sederhana sampai teknologi sistem madya apalagi teknologi maju. Disamping kekuatannya untuk sediakan lapangan pekerjaan dan juga kesempatan untuk memperoleh pendapatan bagi kelompok-kelompok yang berpenghasilan rendah khususnya di pedesaan, industri kerajinan kecil terhitung didorong atas landasan budaya yakni mengingat kegunaan pentingnya dalam pelestarian warisan budaya Indonesia.

Menurut BPS, penggolongan sektor industri dilaksanakan ke didalam empat golongan berdasar banyaknya pekerja yang bekerja terhadap industri tersebut, yaitu :

Industri besar, bersama dengan tenaga kerja 100 orang atau lebih.

Industri sedang, bersama tenaga kerja antara 20 sampai 99 orang.

Industri kecil, bersama dengan tenaga kerja antara 5 hingga 19 orang.

Industri rumah tangga, dengan tenaga kerja 1 hingga 4 orang.

 

C. Ciri Industri Kecil

Menganut Djoko Sudantoko dan Panji Anoraga (2002) secara umum sektor industri kecil punyai karakteristik yaitu:

Sistem pembukuan yang relatif simple dan cenderung tak mengikuti aturan administrasi pembukuan standart. Kadang-kadang pembukuan tak di-up to date supaya susah untuk menilai kinerja usahanya.
Margin bisnis yang condong tidak tebal mempertimbangkan kompetisi yanng amat tinggi

 

Modal terbatas

Pengalaman manajerial didalam mengelola perusahaan masih terlampau terbats

Skala ekonomi yang amat kecil, agar sulit menghendaki sanggup menghimpit biaya capai titik efisiensi jangka panjang.
Kemampuan perusahaan dan juga negosiasi dan juga diversifikasi pasar terlalu terbatas.

Kinerja guna memperolah sumber dana berasal dari pasar modal rendah, mempertimbangkan keterbatasan di dalam tatanan administrasinya. Guna mendapatkan dana dari pasra modal, sebuah perusahaan mesti ikuti metode administrasi standar dan mesti transparan.

Industri kecil di Indonesia miliki tantangan yang memadai berat yakni kompetisi dengan industri skala menengah dan juga besar.
Namun, menganut Tambunan industri kecil konsisten dibina perkembangannya oleh pemerintah dengan berbagai alasan, antar lain:

Proses produksinya sangat padat tenaga kerja, bermakna perkembangannya dapat memperluas peluang kerja dan juga meningkatkan penghasilan.

Indutri kecil lebih banyak terkandung di daerah pedesaan dan kegiatannya lebih berorientasi ke sektor pertanian, agar peningkatan industri kecil juga yaitu suatu landasan ataupun sistem awal berasal dari industrialisasi yang berorientasi agrobisnis di pedesaan.

 

Umumnya industri kecil Mengenakan teknologi sederhana

Sumber utama dana untuk pembayaran aktivitas industri kecil ini umumnya berasal berasal dari duwit si pemilik usaha itu sendiri.
Industri kecil dipandang lebih sanggup mencukupi kebutuhan masyarakat dengan penghasilan rendah.

Disamping itu industri kecil yakni industri yang bisa bertahan di dalam hadapi dinamika kehidupan ekonomi yang terjadi. Industri kecil tidak mempunyai langkah resmi ataupun trick tertulis secara formal. Strategi yang dimanfaatkan terlihat begitu saja juga sering direvisi selama kala dalam hadapi tantangan juga peluang yang timbul terhadap waktu tersebut. Industri kecil lebih gampang beradaptasi gara-gara rentang kendali langsung dilaksanakan oleh pemiliknya sendiri. Kompetensi beradaptasi ataupun penyesuaian inilah yang membawa dampak industri kecil mampu bertahan di dalam hadapi dinamika ekonomi yang terjadi. (Sri Susilo, dkk, 2002)

Apabila dibandingkan bersama industri skala besar, sub sektor industri kecil memilki sebagian kebaikan. Kebaikan industri kecil yakni sebagai berikut:

 

Lebih padat karya

Memiliki sejumlah fleksibelitas dan kapabilitas adaptasi yang sulit dijalankan oleh industri sedang atau industri besar.

Lokasinya dapat capai area pedesaan sehingga cocok bersama bisnis pembangunan daerah

Kurang terbujuk oleh fluktuasi perekonomian.

Peran perlu industri kecil tidak cuman adalah wahan utama dalam penyerapan tenaga kerja, terhitung sebagai penggerak roda ekonomi juga pelayanan masyarakat. Hal tersebut dimungkinkan mengingat karakteristik industri kecil yang tahan terhadap krisis ekonomi karena ditunaikan bersama ketergantungan yang rendah terhadap pendanaan sektor moneter juga keberadaannya tersebar di seluruh pelosok negeri agar yaitu jalur distribusi yang efisien guna menjangkau sebagian besar masyarakat.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana Di Malaysia

Berdasarkan Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 tahun 2016. Kegiatan usaha industri ditetapkan menurut kuantitas tenaga kerja dan nilai investasinya dibagi jadi 3, yakni: industri kecil, industri menengah, juga industri besar.

Pengertian industri kecil yaitu sebuah industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, juga nilai investasi yang dimiliki tidak cukup berasal dari 1 miliar rupiah, tidak juga tanah juga bangunan area usaha.

Berikut ini contoh dari industri kecil di Indonesia, yakni:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan juga simple di penang Malaysia

Penang yakni tidak benar satu negara anggota paling maju di Malaysia. Wilayah yang populer dengan industri kebugaran ini punya infrastruktur kelas wahid. Di lokasi pesisir timurnya terkandung sistem jalan tol yang terdiri dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, serta Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna mendukung jaringan jalur tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang memutari negara bagian bersifat pulau itu. Di kota itu sekarang terkandung dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, tetapi Jalan Masjid Negeri serta Jalan Skotlandia jadi jalur lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana produksi adalah perihal yang benar-benar dibutuhkan oleh pelaku IKM dalam mobilisasi usahanya, oleh sebab itu harus ditunaikan fasilitasi mencakup :

 

1. Pertolongan Dana Bergulir

Menurut hasil observasi bahwa bantuan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang guna waktu ditutup, yaitu sejak dari tahun 2008 hingga waktu itu belum dapat disalurkan pada pelaku UMKM, sebab sambil menanti metode legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Bantuan Dana Bergulir Pemkot Bontang terlalu dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, karena bersama suku bunga yang rendah yaitu 6 persen per tahun terlampau menunjang IKM di dalam mengembangkan usahanya. Dukungan permodalan tersebut adalah salah satu wujud kepedulian untuk memberdayakan pada pelaku UMKM yang ada di Bontang.

 

2. Dukungan Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan bila dukungan sarana memproses yang diberikan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM sangat menolong pelaku IKM didalam menambah kualitas dan jumlah produknya, agar product yang dihasilkan dapat berdaya saing tinggi. Namun demikianlah masih terkandung persoalan terkait pemberian peralatan memproses ke IKM yakni : Masih terdapat peralatan yang diberikan ke IKM tidak bisa dimanfaatkan, sebab pemakaian peralatan berikut menghasilkan product yang kurang baik kualitasnya, disamping itu terdapat jg peralatan tidak bisa digunakan oleh IKM gara-gara daya listrik peralatan tersebut telalu
tinggi, saat kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memfasilitasi Pemasaran

Untuk mendukung akses pemasaran produk IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop juga UMKM menambahkan layanan pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil riset bahwa fasilitasi outlet penjualan secara lazim amat berfungsi bagi pelaku IKM, sebab bersama adanya fasilitasi itu mampu menunjang pemasaran product IKM sehingga mampu menambah penjualan produk. Namun demikianlah tetap terdapat masalah yang muncul yaitu : tidak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga akan menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal tersebut berlangsung gara-gara pihak pengelola outlet yang telah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop serta UMKM Kota Bontang perlu tunggu duit hasil penjualan terkumpul kian dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, selain itu kadang termasuk dipergunakan guna mengatasi gaji petugas outlet disaat gaji mereka belum cair dari Dinas, nanti sesudah gaji mereka cair berasal dari Dinas baru digantikan duit penjualan IKM. Masalah lain yang keluar adalah di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yaitu : Sebagian produk yang tersedia kurang laris, agar kerap berjalan produk yang kadaluarsa. Hal tersebut diakibatkan sebab aspek area penjualan UMKM center yang tampilannya dari luar kurang menyadari dilihat oleh costumer dan terkesan cuma sebagai kantor saja, padahal tidak cuman dipergunakan sebagai kantor UPT dana bergulir terhitung sebagai daerah penjualan product IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Aktivitas promosi/pameran yang dijalankan oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang merupakan keliru satu aktivitas yang benar-benar digemari dan juga diminati oleh pelaku IKM, apalagi jika promosi/pameran ditunaikan di luar wilayah. Dari hasil observasi menyatakan apabila pelaku IKM amat bahagia bersama ada aktivitas pameran yang melibatkan IKM, dikarenakan kegiatan promosi/pameran yaitu kesempatan yang baik guna beroleh penjualan secara maksimal. Disamping itu fungsi lain yang bisa diperoleh oleh IKM pada saat pameran adalah menjalin kerjasama pemasaran dan bahan baku, serta bisa melihat, memperbandingkan serta mengadopsi inovasi produk yang ditampilkan area lain. Permasalahan yang berlangsung merupakan perluasan penjualan yang didapatkan IKM hanya cuman pada waktu pameran saja, akan namun sesudah pasca pameran tidak terjadi perluasan penjualan. Padahal obyek utama dilaksanakannya kesibukan pameran adalah untuk mempromosikan potensi product unggulan juga terhubung kesempatan investasi daerah-daerah, supaya terkait kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Menurut observasi dilapangan bila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang terlampau berfungsi pada pelaku IKM terutama sertifikasi halal, gara-gara bersama dengan sertifikasi halal ini dapat menambahkan keyakinan kastemer terhadap kehalalan suatu produk yang di pasarkan supaya dapat meningkatkan penjualan product IKM. Adapun problem yang berlangsung yaitu sistem pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kira-kira 2 (dua) bulan. Hal tersebut diakibatkan gara-gara mesti lewat sebagian tahapan yakni mulai dari identifikasi syarat-syarat permintaan hingga pada langkah audit internal bersama jalankan survey di lokasi tempat usaha, setelah itu hasil berasal dari audit internal dilaksanakan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI guna pilih layak ataupun tidak untuk mendapatkan sertifikat halal. Selain itu untuk pengurusan sertifikat halal ini mesti lewat LP POM MUI Samarinda sebab di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda biasanya berpofesi sebagai dosen, supaya saat bakal ditunaikan audit internal mesti menyesuaikan waktunya agar tidak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

1 + three =