Fungsi Produksi Cobb-Douglas Pada Kondisi Jangka Pendek

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Pada Kondisi Jangka Pendek – Fungsi mengolah merupakan hubungan fisik pada masukan prosuksi (Input) juga Produksi (output). Analisis faedah memproses kerap dijalankan oleh para peneliti, karena mereka menghendaki informasi bagaimana sumber kekuatan yang minim layaknya tanah, tenaga kerja serta modal sanggup dikelola bersama dengan baik agar memproses maksimum sanggup diperoleh.

Proses produksi ialah suatu perlakuan yang dilakukan oleh stakeholders ekonomi (dalam hal ini firm / perusahaan) bersama dengan mengoptimalkan Input guna memaksimalkan output. Terkait bersama eksistensi input diatas, maka input tersebut memang diperoleh berasal dari stakeholders ekonomi yang lain (dalam hal ini Households / Rumah tangga ). serta ini ialah gambaran kecil sistem prosuksi di dalam ranah ekonomi mikro, yang cuma mengikutsertakan 2 stakeholders ekonomi saja.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Pada Kondisi Jangka Pendek

Fungsi mengolah Cobb Douglas, penduga parameternya diperoleh secara iteratif yakni bersama dengan mentransformasikan style nonlinier kedalam bentuk linier terlebih dahulu. Tujuannya yaitu guna mempermudah meraih penduga dari parameternya. Terdapat suatu kesimpulan pada pengamatan (variabel acak) di dalam pendugaan parameter, yaitu pengamatan yang berdistribusi normal. Produksi di dalam makna ekonomi mempunyai definisi semua kegiatan yang tingkatkan nilai fungsi ataupun fungsi (utility) suatu benda. Dalam teori mengolah terkandung istilah faktor-faktor mengolah dan juga kegunaan produksi.

Faktor-faktor produksi didalam teori produksi diartikan semacam unsur-unsur yang sanggup dipergunakan didalam 2 proses produksi. Sedangkan faedah memproduksi adalah interaksi pada masukan mengolah (input) dan hasil mengolah (output). Analisis fungsi produksi kerap dilaksanakan oleh para peneliti, gara-gara mereka menghendaki informasi bagaimana sumber daya yang terbatas seperti tanah, tenaga kerja, dan modal bisa dikelola dengan baik sehingga mengolah maksimum sanggup didapat. Analisis manfaat memproduksi Cobb Douglas merupakan metode analisis yang menerangkan suatu bentuk persamaan diamati dari jalinan dan juga pengaruhnya antara variabel bebas bersama variabel tidak bebas.

 

Fungsi Produksi Menurut Cobb Douglas

Persamaan diatas kerap disebut manfaat mengolah Cobb-Douglas (Cobb Douglas production function). Fungsi Cobb-Douglas diperkenalkan oleh Charles W. Cobb dan juga Paul H. Douglas pada th. 1920. Guna memudahkan pendugaan pada persamaan tersebut maka persamaan selanjutnya diperluas secara lazim dan diubah menjadi wujud linier bersama langkah melogaritmakan persamaan tersebut (Soekartawi, 2003) adalah:

LogY = Log a + b1 LogX1 + b2 LogX2 + b3 LogX3 +b4 LogX4 +b5 LogX5 + e

Sebab penyelesaian manfaat Cobb-Douglas tetap dilogaritmakan dan diubah bentuknya jadi linier, maka kriteria dalam mengfungsikan manfaat tersebut antara lain (Soekartawi, 2003) :

Bukan tersedia pengamatan yang berharga nol. Sebab logaritma dari nol ialah suatu bilangan yang besarnya tidak diketahui (infinite).

Dalam faedah memproduksi perlu diasumsikan bahwa enggak ada perbedaan tingkat teknologi pada setiap pengamatan.
Tiap variabel X di dalam pasar perfect competition. Perbedaan wilayah (pada kegunaan produksi) layaknya iklim ialah telah tercakup pada faktor kesalahan (e).

Hasil pendugaan terhadap faedah Cobb-Douglas bakal membuahkan koefisien regresi (Soekartawi, 2003). Jadi besarnya b1 dan juga b2 terhadap persamaan 2.5 adalah angka elastisitas. Jumlah berasal dari elastisitas yakni merupakan ukuran returns to scale. Dengan begitu, bisa saja tersedia 3 alternatif, yakni (Soekartawi, 2003):

Decreasing returns to scale, jikalau (b1 + b2) < 1. Adalah tambahan hasil yang makin alami penurunan atas skala produksi, kasus di mana output bertambah bersama bagian yang lebih kecil berasal dari pada input ataupun seorang petani yang memakai seluruh inputnya sebesar dua kali berasal dari pada awalnya membuahkan output yang enggak cukup berasal dari dua kali output semula.

Constant returns to scale, sekiranya (b1 + b2) = 1. Merupakan tambahan hasil yang konstan atas skala produksi, bila seluruh input naik di dalam bagian yang tertentu juga output yang diproduksi naik didalam jatah yang pas sama, terkecuali segi produksi di dua kalikan maka output naik sebesar dua kalinya.

Increasing returns to scale, kalau (b1 + b2) > 1. Yaitu tambahan hasil yang meningkat atas skala produksi, persoalan di mana output makin tambah bersama pembagian yang lebih besar dari terhadap input.

Misalnya bahwa seorang petani yang memengaruhi pemanfaatan semua inputnya sebesar dua kali dari input awal mulanya bisa membuahkan output lebih berasal dari dua kali dari output semula.

Fungsi Cobb-Douglas bisa dengan enteng dikembangkan dengan memanfaatkan lebih berasal dari dua input (misal modal, tenaga kerja, dan sumber kekuatan alam ataupun modal, tenaga kerja produksi, dan juga tenaga kerja non produksi) (Salvatore Dominick, 2005).

Kelebihan faedah Cobb-Douglas dibanding dengan fungsi-fungsi yang lain adalah (Soekartawi, 2003):

Penyelesaian manfaat Cobb-Douglas relatif lebih ringan dibandingkan bersama manfaat yang lain. Fungsi Cobb-Douglas bisa lebih gampang ditransfer ke wujud linier.

Hasil pendugaan garis melalui faedah Cobb-Douglas dapat menghasilkan koefisien regresi yang sekaligus juga membuktikan besaran elastisitas.
Besaran elestisitas tersebut sekaligus juga perlihatkan tingkat besaran returns to scale.

Walaupun fungsi Cobb-Douglas mempunyai keunggulan tertentu dibanding bersama fungsi yang lain, enggak artinya fungsi ini enggak memiliki berbagai kekurangan. Kelemahan yang dijumpai didalam fungsi Cobb-Douglas yaitu (Soekartawi, 2003):

1. Spesifikasi variabel yang salah

Spesifikasi variabel yang tidak benar dapat menghasilkan elastisitas mengolah yang negatif alias nilainya benar-benar besar atau terlampau kecil. Spesifikasi yang tidak benar juga sekaligus bakal mendorong terjadinya multikolinearitas pada variabel berdiri sendiri yang dipakai.

2. Kesalahan pengukuran variabel

Kesalahan pengukuran variabel ini terletak terhadap validitas data, apakah knowledge yang dipakai telah benar atau sebaliknya, terlampau Ekstrim ke atas maupun ke bawah. Kekeliuran pengukuran ini akan mengakibatkan besaran elastisitas jadi benar-benar tinggi alias terlampau rendah.

3. Bias pada manajemen

Variabel ini susah diukur didalam pendugaan manfaat Cobb-Douglas, sebab variabel ini erat hubungannya dengan pemanfaatan v ariabel independent yang lain.

4. Multikolinearitas

Walaupun pada kebanyakan telah diusahakan sehingga besarnya korelasi pada variabel independent diusahakan tidak terlalu tinggi, namun dalam praktik kasus multikolinearitas ini susah dihindarkan

5. Data

a. Apabila knowledge yang dipakai cross section maka information berikut wajib mempunyai variasi yang cukup.

b. Data enggak boleh bernilai nol alias negatif, gara-gara logaritma dari bilangan nol ataupun negatif yakni tak terhingga.

6. Asumsi

Asumsi-asumsi yang kudu diikuti dalam menggunakan manfaat Cobb- Douglas yakni teknologi dianggap netral, berarti intercept boleh berbeda, namun slope garis peduga Cobb-Douglas dianggap sama. Padahal belum tentu teknologi di daerah riset yakni sama.

Secara simbolis beragam wujud fungsi memproduksi di atas dituliskan seperti berikut: Qo = f(L,K) Apabila seluruh input yang dipakai di dalam kegunaan produksi tersebut ditambahkan bersama dengan kelipatan yang sama, misalkan “k” kapital, maka paham akibatnya output dapat berubah menjadi Q* yang lebih besar dari Qo. Q* = f(kL, kK) Dalam hal ini tersedia tiga bisa saja yang mampu berjalan terhadap besarnya Q* (dibandingkan dengan Qo juga k) ialah:

1.Apabila Q* > Qo bersama kelipatan k, maka faedah mengolah tersebut berderajat satu maupun constant return to scale.

2. Apabila Q* > Qo dengan kelipatan lebih kecil berasal dari k, maka faedah produksi tersebut berderajat lebih kecil berasal dari satu alias increasing return to scale.

3.Apabila Q* > Qo dengan kelipatan lebih besar berasal dari k, maka kegunaan memproduksi tersebut berderajat lebih dari satu alias increasing return to scale.

Contoh masalah penggunaan fungsi mengolah Cobb-Douglas

Studi yang ditunaikan oleh Susilo (2005) bersama dengan topik Pengaruh Pakan serta Jam Kerja Terhadap Produksi Susu Sapi Perah. Memakai kegunaan produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pakan konsentrat, pakan katul dan juga pakan hijauan memberikan efek positif dan vital pada mengolah susu sapi perah di Kec. Jatinom, Kab. Klaten. Jam kerja efektif guna mengelola sapi laktasi juga punyai dampak positif juga berarti terhadap memproduksi susu sapi.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Jangka Pendek

Jangka pendek (short run) adalah jangka pas di mana kuantitas masukan (input) tertentu enggak dapat diubah. Faktor selalu (fixed fa ctor ) yakni faktor memproduksi yang enggak dapat dilengkapi di dalam jangka pendek, umumnya yakni elemen dari modal (seperti pabrik dan juga peralatan), namun barangkali juga berwujud tanah, service manajemen atau bahkan pasokan tenaga kerja terampil. Masukan (input) yang bisa berubah didalam jangka pendek dinamakan aspek variabel (Lipsey, 1987: 187). Fungsi memproduksi yang paling banyak dipergunakan oleh para pakar ekonomi merupakan manfaat memproduksi Cobb-Douglas yang mengambil wujud linier-logaritmik. Apabila input modal diakui selalu dalam periode mengolah jangka pendek, dan juga hanya terdapat satu input variabel tenaga kerja yang dipertimbangkan di dalam analisis produksi, maka faedah memproses Cobb-Douglas jangka pendek, dinotasikan di dalam type tersebut (Gaspersz, 1996: 196):

Q = δLβ

δ adalah konstanta yang didalam fungsi memproses Cobb-Douglas jangka pendek yakni indeks efisiensi yang mencerminkan pertalian pada kuantitas output yang diproduksi (Q) dan kuantitas input tenaga kerja yang dipergunakan (L).

Semakin besar nilai konstanta δ, efisiensi penggunaan input tenaga kerja (juga/alias input variabel lain) makin lama tinggi. Perubahan tingkat teknologi seperti: penambahan peralatan memproduksi modern, pendidikan dan juga pelatihan tenaga kerja didalam metode produksi, dll., bakal tercermin lewat nilai konstanta δ di dalam manfaat memproses Cobb-Douglas baru lebih besar dibanding faedah memproses Cobb-Douglas lama.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Jangka Panjang

Jangka panjang (long run) yakni periode pas di mana semua input barangkali berubah, namun teknologi basic mengolah enggak berubah. Dan Juga, jangka panjang enggak ada hubungannya dengan jangka saat tertentu. Pentingnya jangka panjang didalam teori produksi merupakan gara-gara jangka panjang berhubungan bersama dengan situasi yang dihadapi perusahaan misalnya tengah memiliki rencana bisnis, untuk memperluas skala operasinya,guna mengembangkan produk baru maupun area baru, ataupun guna memoderenisasikan, mengganti atau menata ulang metode mengolah perusahaan.}

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

14 + 17 =