Fungsi Produksi Cobb Douglas Jangka Panjang

Fungsi Produksi Cobb Douglas Jangka Panjang – Fungsi memproduksi merupakan suatu persamaan yang memperlihatkan interaksi pada tingkat output yang dihasilkan dengan input-input yang digunakan. Ada lebih dari satu macam manfaat produksi, satu diantaranya adalah faedah produksi Cobb Douglas sebagai yang dibahas di dalam penelitian ini. Guna menganalisis kegunaan memproses Cobb Douglas di awalnya digunakan regresi linier berganda melalui transformasi logaritma. Bedanya pada penelitian yang dijalankan Human (2010) cara menganalisis kegunaan produksinya diselesaikan bersama dengan transformasi regresi linier berganda, sedang pada percobaan ini memakai metode nonlinier yaitu metode iterasi Gauss Newton.

 

Fungsi Produksi Cobb Douglas Jangka Panjang

Fungsi memproduksi Cobb Douglas, penduga parameternya didapat secara iteratif yakni bersama mentransformasikan style nonlinier kedalam wujud linier terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mempermudah beroleh penduga dari parameternya. Terdapat suatu anggapan terhadap pengamatan (variabel acak) di dalam pendugaan parameter, yakni pengamatan yang berdistribusi normal. Produksi di dalam makna ekonomi mempunyai maksud semua kesibukan yang meningkatkan nilai kegunaan alias fungsi (utility) suatu benda. Dalam teori mengolah terdapat istilah faktor-faktor produksi dan fungsi produksi.

Faktor-faktor memproduksi didalam teori produksi disimpulkan semacam unsur-unsur yang bisa dipakai dalam 2 proses produksi. Sedangkan manfaat memproses adalah interaksi pada masukan mengolah (input) dan hasil produksi (output). Analisis faedah mengolah sering dijalankan oleh para peneliti, gara-gara mereka inginkan informasi bagaimana sumber kekuatan yang terbatas seperti tanah, tenaga kerja, dan modal mampu dikelola bersama baik sehingga memproses maksimum mampu didapat. Analisis fungsi memproduksi Cobb Douglas merupakan metode asumsi yang menerangkan suatu bentuk persamaan dicermati dari interaksi juga pengaruhnya antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas.

 

Fungsi Produksi Cobb Douglas Jangka Pendek

Persamaan diatas kerap disebut kegunaan produksi Cobb-Douglas (Cobb Douglas production function). Fungsi Cobb-Douglas diperkenalkan oleh Charles W. Cobb dan Paul H. Douglas terhadap tahun 1920. Untuk memudahkan pendugaan terhadap persamaan tersebut maka persamaan berikut diperluas secara lazim dan diubah menjadi bentuk linier bersama dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut (Soekartawi, 2003) yaitu:

LogY = Log a + b1 LogX1 + b2 LogX2 + b3 LogX3 +b4 LogX4 +b5 LogX5 + e

Sebab penyelesaian manfaat Cobb-Douglas senantiasa dilogaritmakan dan juga dirubah bentuknya jadi linier, maka kriteria dalam menggunakan faedah tersebut pada lain (Soekartawi, 2003) :

Enggak ada pengamatan yang bernilai nol. Sebab logaritma berasal dari nol merupakan suatu nilai yang besarnya tidak diketahui (infinite).

Dalam manfaat produksi harus diasumsikan bahwa tidak ada perbedaan tingkat teknologi pada setiap pengamatan.
Tiap variabel X dalam pasar perfect competition. Perbedaan wilayah (pada kegunaan produksi) layaknya iklim adalah telah tercakup pada segi kesalahan (e).

Hasil pendugaan terhadap manfaat Cobb-Douglas akan menghasilkan koefisien regresi (Soekartawi, 2003). Jadi besarnya b1 dan juga b2 terhadap persamaan 2.5 ialah angka elastisitas. Jumlah berasal dari elastisitas merupakan adalah ukuran returns to scale. Dengan begitu, barangkali tersedia 3 alternatif, yaitu (Soekartawi, 2003):

Decreasing returns to scale, seandainya (b1 + b2) < 1. Adalah tambahan hasil yang semakin alami penurunan atas skala produksi, kasus di mana output makin tambah bersama bagian yang lebih kecil berasal dari terhadap input atau seorang petani yang gunakan seluruh inputnya sebesar 2 kali dari awal mulanya membuahkan output yang tidak cukup dari dua kali output semula.

Constant returns to scale, jikalau (b1 + b2) = 1. Yakni tambahan hasil yang konstan atas skala produksi, misalnya semua input naik di dalam bagian yang spesifik dan juga output yang diproduksi naik di dalam jatah yang tepat sama, terkecuali faktor produksi di dua kalikan maka output naik sebesar dua kalinya.

Increasing returns to scale, kalau (b1 + b2) > 1. Adalah tambahan hasil yang meningkat atas skala produksi, kasus di mana output makin tambah bersama bagian yang lebih besar dari terhadap input.

Contohnya bahwa seorang petani yang mempengaruhi penggunaan semua inputnya sebesar dua kali dari input semula mampu membuahkan output lebih berasal dari dua kali dari output semula.

Fungsi Cobb-Douglas sanggup bersama dengan gampang dikembangkan bersama memanfaatkan lebih dari dua input (misal modal, tenaga kerja, serta sumber daya alam atau modal, tenaga kerja produksi, dan tenaga kerja non produksi) (Salvatore Dominick, 2005).

Keunggulan manfaat Cobb-Douglas dibandingkan bersama dengan fungsi-fungsi yang lain adalah (Soekartawi, 2003):

Penyelesaian faedah Cobb-Douglas relatif lebih ringan dibandingkan dengan kegunaan yang lain. Fungsi Cobb-Douglas sanggup lebih ringan ditransfer ke wujud linier.

Hasil pendugaan garis melalui faedah Cobb-Douglas akan menghasilkan koefisien regresi yang sekaligus terhitung perlihatkan besaran elastisitas.
Besaran elestisitas selanjutnya sekaligus juga membuktikan tingkat besaran returns to scale.

Walaupun fungsi Cobb-Douglas membawa keunggulan tertentu dibandingkan bersama manfaat yang lain, bukan artinya kegunaan ini bukan punya kekurangan-kekurangan. Kelemahan yang dijumpai didalam manfaat Cobb-Douglas merupakan (Soekartawi, 2003):

1. Spesifikasi variabel yang keliru

Spesifikasi variabel yang keliru dapat menghasilkan elastisitas memproduksi yang negatif atau nilainya benar-benar besar alias benar-benar kecil. Spesifikasi yang keliru terhitung sekaligus akan mendorong terjadinya multikolinearitas pada variabel berdiri sendiri yang dipakai.

2. Kekeliuran pengukuran variabel

Kekeliuran pengukuran variabel ini terletak pada validitas data, apakah data yang dipakai telah benar alias sebaliknya, terlalu Ekstrim ke atas atau ke bawah. Kesalahan pengukuran ini bakal membawa dampak besaran elastisitas jadi sangat tinggi maupun terlampau rendah.

3. Bias pada manajemen

Variabel ini sukar diukur di dalam pendugaan faedah Cobb-Douglas, gara-gara variabel ini erat hubungannya bersama dengan penggunaan v ariabel mandiri yang lain.

4. Multikolinearitas

Meski terhadap kebanyakan sudah diusahakan supaya besarnya korelasi antara variabel berdiri sendiri diusahakan tak amat tinggi, tetapi dalam praktek masalah multikolinearitas ini sukar dihindarkan

5. Data

a. Jika knowledge yang dipakai cross section maka knowledge tersebut perlu mempunyai variasi yang cukup.

b. Data tak boleh miliki nilai nol alias negatif, sebab logaritma dari bilangan nol ataupun negatif merupakan tak terhingga.

6. Asumsi

Asumsi-asumsi yang wajib diikuti dalam menggunakan manfaat Cobb- Douglas ialah teknologi dianggap netral, artinya intercept boleh berbeda, tapi slope garis peduga Cobb-Douglas dianggap sama. Padahal belum tentu teknologi di area riset merupakan sama.

Secara simbolis bermacam wujud fungsi produksi di atas dituliskan sebagai berikut: Qo = f(L,K) Bila seluruh input yang digunakan dalam manfaat memproses berikut ditambahkan bersama dengan kelipatan yang sama, misalkan “k” kapital, maka memahami akibatnya output bakal beralih menjadi Q* yang lebih besar berasal dari Qo. Q* = f(kL, kK) Dalam perihal ini tersedia tiga mungkin yang bisa berlangsung pada besarnya Q* (dibandingkan dengan Qo juga k) yaitu:

1.Apabila Q* > Qo dengan kelipatan k, maka faedah memproduksi berikut berderajat satu alias constant return to scale.

2. Apabila Q* > Qo dengan kelipatan lebih kecil berasal dari k, maka faedah mengolah selanjutnya berderajat lebih kecil berasal dari satu maupun increasing return to scale.

3.Apabila Q* > Qo dengan kelipatan lebih besar dari k, maka faedah mengolah tersebut berderajat lebih berasal dari satu atau increasing return to scale.

Contoh kasus penggunaan faedah produksi Cobb-Douglas

Studi yang dijalankan oleh Susilo (2005) dengan topik Pengaruh Pakan juga Jam Kerja Terhadap Produksi Susu Sapi Perah. Menggunakan manfaat mengolah Cobb-Douglas. Hasil penelitiannya memperlihatkan bahwa pakan konsentrat, pakan katul dan juga pakan hijauan mengimbuhkan dampak positif dan vital terhadap memproses susu sapi perah di Kec. Jatinom, Kab. Klaten. Jam kerja efisien guna mengelola sapi laktasi juga memiliki efek positif serta vital terhadap memproses susu sapi.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Jangka Pendek

Jangka pendek (short run) yakni jangka pas yang mana kuantitas masukan (input) spesifik enggak dapat diubah. Faktor selamanya (fixed fa ctor ) yakni aspek memproses yang tak mampu dilengkapi didalam jangka pendek, umumnya adalah elemen dari modal (seperti pabrik juga peralatan), tetapi barangkali terhitung bersifat tanah, pelayanan manajemen ataupun lebih-lebih pasokan tenaga kerja terampil. Masukan (input) yang mampu berubah di dalam jangka pendek dinamakan segi variabel (Lipsey, 1987: 187). Fungsi mengolah yang paling banyak dipergunakan oleh para pakar ekonomi yakni manfaat memproses Cobb-Douglas yang mengambil wujud linier-logaritmik. Apabila input modal dianggap selalu di dalam periode memproduksi jangka pendek, serta cuma terdapat satu input variabel tenaga kerja yang dipertimbangkan didalam pemikiran produksi, maka faedah memproduksi Cobb-Douglas jangka pendek, dinotasikan didalam style tersebut (Gaspersz, 1996: 196):

Q = δLβ

δ ialah konstanta yang didalam manfaat memproses Cobb-Douglas jangka pendek merupakan indeks efisiensi yang mencerminkan hubungan antara kuantitas output yang diproduksi (Q) dan juga kuantitas input tenaga kerja yang dipakai (L).

Semakin besar nilai konstanta δ, efisiensi pemanfaatan input tenaga kerja (dan/ataupun input variabel lain) makin lama tinggi. Perubahan tingkat teknologi semacam: menambahkan peralatan memproduksi modern, pendidikan juga pelatihan tenaga kerja didalam metode produksi, dll., akan tercermin lewat nilai konstanta δ dalam kegunaan memproduksi Cobb-Douglas baru lebih besar dibanding manfaat produksi Cobb-Douglas lama.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Jangka Panjang

Jangka panjang (long run) adalah periode pas di mana seluruh input mungkin berubah, tapi teknologi basic produksi tak berubah. Dan Juga, jangka panjang tidak tersedia hubungannya dengan jangka selagi tertentu. Pentingnya jangka panjang di dalam teori memproses ialah dikarenakan jangka panjang terkait dengan suasana yang dihadapi perusahaan seumpama sedang merencanakan bisnis, untuk memperluas skala operasinya,guna mengembangkan produk baru maupun tempat baru, ataupun untuk memoderenisasikan, mengganti atau menata lagi metode memproses perusahaan.}

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

five × 5 =