Dampak Covid-19 Terhadap Industri Kecil Dan Sederhana

Dampak Covid-19 Terhadap Industri Kecil Dan Sederhana – Industri kecil membawa posisi, keunggulan juga peranan yang terlampau strategis dalam menciptakan target pembangunan nasional. Mengingat peranannya di dalam pembangunan, industri kecil wajib tetap dikembangkan dengan stimulus kekeluargaan, saling bahu-membahu, saling menguatkan antara usaha kecil serta besar dalam rangka pemerataan dan juga mewujudkan kesejahteraan yang sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat Indonesia. Untuk mencipatakan obyek tersebut, pemerintah serta masyarakat wajib bekerjasama. Warga masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, sedang pemerintah memiliki keharusan guna mengarahkan, membimbing, melindungi
dan juga merangsang iklim usaha.

Pentingnya kegunaan industri kecil dalam memajukan perekonomian nasional ditunjukkan bersama ditetapkannya UU RI nomer 20 tahun 2008 berkenaan Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah. Di UUD ini diatur bila pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil serta Menengah wajib diadakan secara komprehensif, optimal dan juga terus menerus melalui perluasan iklim yang kondusif, bantuan peluang berusaha, dukungan, pemberian dan pengembangan yang seluas-luasnya, supaya dapat menaikkan kedudukan, peran, juga potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah didalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, pemerataan juga peningkatan pendapatan rakyat, penyediaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan.

 

Dampak Covid-19 Terhadap Industri Kecil Dan Sederhana

A. Makna Industri

Makna industri menurut UU Nomer 5 Tahun 1984 berkenaan Perindustrian adalah kesibukan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang 1/2 jadi, dan atau barang jadi jadi barang bersama nilai yang kian tinggi guna penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun serta perekayasaan industri.

Perusahaan industri merupakan sebuah unit usaha yang jalankan aktivitas merubah satu barang basic menjadi barang menjadi atau barang setengah menjadi maupun berasal dari barang yang tidak cukup nilainya jadi barang yang kian besar valuenya yang terletak di satu bangunan ataupun terhadap wilayah khusus yang membawa catatan administrasi sendiri mengenai produksi dan susunan biaya, serta tersedia orang yang bertanggung jawab pada efek bisnis (BPS, 1990).

Menganut Kamus Ekonomi(1998), industri merupakan bisnis produktif, lebih-lebih dalam bidang mengolah ataupun perusahaan khusus yang pakai modal dan juga tenaga kerja di dalam kuantitas yang relatif besar.

 

B. Definisi Industri Kecil

Industri kecil merupakan kesibukan industri yang dikerjakan di rumah-rumah penduduk yang pekerjanya merupakan bagian keluarga sendiri yang tak terpancang jam kerja dan tempat. Industri kecil sanggup terhitung diartikan sebagai usaha produktif diluar bisnis pertanian, baik itu yaitu mata pencaharian utama maupun sampingan (Tambunan, 1999). Industri kecil adalah industri yang berskala kecil serta industri tempat tinggal tangga yang diusahakan untuk meningkatkan penghasilan keluarga.

Industri Kerajinan Kecil meliputi beraneka industri kecil yang benar-benar beragam mulai industri kecil yang memakai teknologi simple hingga teknologi sistem madya bahkan teknologi maju. Selain potensinya guna sedia kan lapangan pekerjaan dan kesempatan untuk mendapatkan pendapatan bagi kelompok-kelompok yang berpendapatan rendah terutama di pedesaan, industri kerajinan kecil juga didorong atas landasan budaya yakni mempertimbangkan fungsi pentingnya di dalam pelestarian warisan budaya Indonesia.

Berdasar BPS, pengelompokkan sektor industri dilaksanakan ke di dalam empat golongan menurut banyaknya pekerja yang bekerja terhadap industri tersebut, yakni :

Industri besar, bersama tenaga kerja 100 orang maupun lebih.

Industri sedang, dengan tenaga kerja antara 20 sampai 99 orang.

Industri kecil, bersama tenaga kerja pada 5 sampai 19 orang.

Industri rumah tangga, bersama dengan tenaga kerja 1 hingga 4 orang.

 

C. Ciri Industri Kecil

Merujuk Djoko Sudantoko dan Panji Anoraga (2002) secara lazim sektor industri kecil miliki karakteristik sebagai berikut:

Metode pembukuan yang relatif sederhana dan cenderung tidak ikuti kaidah administrasi pembukuan standart. Kadang-kadang pembukuan tidak di-up to date agar susah untuk menilai kinerja usahanya.
Margin usaha yang condong tidak tebal mempertimbangkan kompetisi yanng amat tinggi

 

Modal terbatas

Pengalaman manajerial didalam mengelola perusahaan masih sangat terbats

Skala ekonomi yang terlampau kecil, sehingga susah mengharapkan sanggup menghimpit cost capai titik efisiensi jangka panjang.
Kinerja perusahaan dan negosiasi serta diversifikasi pasar terlalu terbatas.

Kemampuan guna memperolah sumber dana dari pasar modal rendah, mempertimbangkan keterbatasan didalam tatanan administrasinya. Untuk meraih dana dari pasra modal, sebuah perusahaan perlu ikuti sistem administrasi standar juga wajib transparan.

Industri kecil di Indonesia mempunyai tantangan yang memadai berat yakni persaingan bersama industri skala menengah dan juga besar.
Namun, berdasarkan Tambunan industri kecil tetap dibina perkembangannya oleh pemerintah bersama dengan bermacam alasan, antar lain:

Prosedur produksinya sangat padat tenaga kerja, artinya perkembangannya bakal memperluas kesempatan kerja serta tingkatkan perolehan.

Indutri kecil makin banyak terkandung di daerah pedesaan juga kegiatannya makin berorientasi ke sektor pertanian, supaya perluasan industri kecil termasuk yakni satu landasan maupun metode awal berasal dari industrialisasi yang berorientasi agrobisnis di pedesaan.

 

Umumnya industri kecil Mengenakan teknologi sederhana

Sumber utama dana guna pembayaran aktivitas industri kecil ini umumnya berasal berasal dari duwit si pemilik usaha itu sendiri.
Industri kecil dipandang makin bisa memenuhi keperluan masyarakat dengan penghasilan rendah.

Kecuali itu industri kecil adalah industri yang sanggup bertahan dalam menghadapi dinamika kehidupan ekonomi yang terjadi. Industri kecil tidak membawa kiat formal ataupun trik tertulis secara formal. Strategi yang dipergunakan terlihat begitu saja dan sering direvisi sepanjang pas didalam hadapi tantangan dan juga peluang yang timbul terhadap pas tersebut. Industri kecil makin enteng beradaptasi dikarenakan rentang kendali segera ditunaikan oleh pemiliknya sendiri. Kompetensi beradaptasi ataupun penyesuaian inilah yang mengakibatkan industri kecil mampu bertahan didalam menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi. (Sri Susilo, dkk, 2002)

Apabila dibandingkan bersama industri skala besar, sub sektor industri kecil memilki lebih dari satu kebaikan. Kebaikan industri kecil yakni sebagai berikut:

 

Lebih padat karya

Memiliki sejumlah fleksibelitas juga kapabilitas adaptasi yang sulit dikerjakan oleh industri sedang atau industri besar.

Lokasinya mampu capai tempat pedesaan agar cocok dengan bisnis pembangunan daerah

Kurang dipengaruhi oleh fluktuasi perekonomian.

Peran penting industri kecil selain yakni wahan utama dalam penyerapan tenaga kerja, juga sebagai penggerak roda ekonomi dan layanan masyarakat. Hal itu dimungkinkan menilik ciri-ciri industri kecil yang tahan terhadap krisis ekonomi dikarenakan dilakukan bersama dengan ketergantungan yang rendah pada pendanaan sektor moneter dan keberadaannya tersebar di seluruh pelosok negeri sehingga adalah jalur distribusi yang efisien untuk menjangkau sebagian besar masyarakat.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana

Menurut Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan bisnis industri ditetapkan berdasar kuantitas tenaga kerja dan nilai investasinya dibagi jadi 3, yakni: industri kecil, industri menengah, juga industri besar.

Makna industri kecil adalah suatu industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, juga nilai investasi yang dimiliki kurang dari 1 miliar rupiah, tak terhitung tanah serta bangunan tempat usaha.

Berikut ini misal berasal dari industri kecil di Indonesia, yaitu:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan juga simple di penang Malaysia

Penang yaitu tidak benar satu negara bagian paling maju di Malaysia. Wilayah yang tenar bersama dengan industri kebugaran tersebut punya infrastruktur kelas wahid. Di wilayah pesisir timurnya terkandung tatanan jalan tol yang terdiri dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, dan Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna mendukung jaringan jalan tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang mengelilingi negara bagian berbentuk pulau itu. Di kota ini sekarang terkandung dua jalan lingkar. Jalan Perak berfungsi sebagai jalur lingkar dalam, sedang Jalan Masjid Negeri dan juga Jalan Skotlandia jadi jalan lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana mengolah yaitu perihal yang terlampau dibutuhkan oleh pelaku IKM dalam menggerakkan usahanya, oleh karena itu wajib dilaksanakan fasilitasi mencakup :

 

1. Pemberian Dana Bergulir

Berdasarkan hasil observasi bila perlindungan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang guna selagi ditutup, yaitu sejak dari th. 2008 hingga kala itu belum mampu disalurkan pada pelaku UMKM, sebab sambil menanti metode legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Bantuan Dana Bergulir Pemkot Bontang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, sebab bersama dengan suku bunga yang rendah yakni 6 prosen per th. benar-benar menunjang IKM dalam mengembangkan usahanya. Pertolongan permodalan tersebut yakni satu diantara bentuk kepedulian untuk memberdayakan kepada pelaku UMKM yang tersedia di Bontang.

 

2. Pertolongan Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan bahwa pertolongan layanan mengolah yang diberikan oleh Dinas Perindagkop serta UMKM amat membantu pelaku IKM dalam menaikkan kualitas juga kuantitas produknya, sehingga produk yang dihasilkan mampu berdaya saing tinggi. Namun demikian masih terdapat persoalan terkait bantuan peralatan mengolah ke IKM yakni : Masih terdapat peralatan yang diberikan ke IKM tak sanggup dimanfaatkan, dikarenakan penggunaan peralatan tersebut menghasilkan produk yang tidak cukup baik kualitasnya, disamping itu terkandung jg peralatan tak mampu dipergunakan oleh IKM sebab kekuatan listrik peralatan tersebut telalu
tinggi, waktu kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memfasilitasi Pemasaran

Untuk membantu akses pemasaran product IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop dan UMKM mengimbuhkan layanan pemasaran melalui :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil percobaan apabila fasilitasi outlet penjualan secara lazim terlalu berguna bagi pelaku IKM, gara-gara bersama dengan adanya fasilitasi itu sanggup menolong pemasaran product IKM supaya mampu menambah penjualan produk. Namun demikianlah masih terkandung masalah yang terlihat yakni : tak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga bakal menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal tersebut berlangsung dikarenakan pihak pengelola outlet yang sudah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Bontang harus menanti uang hasil penjualan terkumpul lebih dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, selain itu kadang termasuk dipakai guna menangani gaji petugas outlet kala gaji mereka belum cair berasal dari Dinas, nanti setelah gaji mereka cair berasal dari Dinas baru digantikan uang penjualan IKM. Masalah lain yang muncul yakni di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yaitu : Sebagian product yang tersedia kurang laris, supaya sering berlangsung produk yang kadaluarsa. Hal ini diakibatkan gara-gara faktor daerah penjualan UMKM center yang tampilannya dari luar kurang menyadari diamati oleh konsumen dan terkesan cuma sebagai kantor saja, padahal tak sekedar dipakai sebagai kantor UPT dana bergulir terhitung sebagai area penjualan produk IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Kegiatan promosi/pameran yang dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang yakni salah satu kegiatan yang sangat digemari dan diminati oleh pelaku IKM, bahkan jikalau promosi/pameran dijalankan di luar wilayah-wilayah. Dari hasil observasi menunjukkan bila pelaku IKM terlampau senang bersama ada kesibukan pameran yang melibatkan IKM, karena kegiatan promosi/pameran yakni kesempatan yang baik untuk memperoleh penjualan secara maksimal. Kecuali itu manfaat lain yang mampu diperoleh oleh IKM terhadap waktu pameran yaitu merangkai kerjasama pemasaran serta bahan baku, dan dapat melihat, membandingkan dan mengadopsi inovasi product yang ditampilkan area lain. Permasalahan yang berjalan yakni peningkatan penjualan yang didapatkan IKM hanya sekedar pada pas pameran saja, akan namun sesudah pasca pameran tidak terjadi pengembangan penjualan. Padahal target utama dilaksanakannya aktivitas pameran yaitu untuk mempromosikan potensi produk unggulan dan juga mengakses kesempatan investasi wilayah, agar terkait kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasarkan observasi dilapangan apabila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Bontang amat berfungsi pada pelaku IKM terlebih sertifikasi halal, dikarenakan bersama sertifikasi halal ini akan beri tambahan keyakinan pembeli terhadap kehalalan suatu produk yang di pasarkan agar bakal menaikkan penjualan product IKM. Adapun permasalahan yang berjalan yaitu tatanan pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kira-kira 2 (dua) bulan. Hal tersebut diakibatkan gara-gara wajib lewat sebagian tahapan yakni jadi dari identifikasi persyaratan keinginan hingga terhadap step audit internal bersama dengan melakukan survey di lokasi daerah usaha, setelah itu hasil berasal dari audit internal dilakukan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI untuk menentukan layak maupun tak untuk meraih sertifikat halal. Disamping itu untuk pengurusan sertifikat halal tersebut mesti lewat LP POM MUI Samarinda gara-gara di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda biasanya berpofesi sebagai dosen, agar ketika dapat dilakukan audit internal harus menyesuaikan waktunya supaya tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

1 × four =