Contoh Kasus Penggunaan Fungsi Produksi Cobb-Douglas

Contoh Kasus Penggunaan Fungsi Produksi Cobb-Douglas – Produksi didefinisikan semacam penciptaan guna, di mana fungsi artinya kemampuan barang ataupun jasa untuk memenuhi keperluan manusia. Produksi termasuk meliputi semua aktivitas serta enggak cuma mencakup pembuatan barang-barang yang sanggup disaksikan. Menulis buku, mengasih wejangan, pertunjukan bioskop, dan jasa bank terhitung dalam definisi memproses (Sudarman, 1997: 119). Di industri modern yang berada dalam pasar global yang terlampau kompetitif, aktivitas berproduksi enggak hanya dipandang sebagai kegiatan mentransformasikan input jadi output, di mana tiap-tiap kesibukan didalam proses memproses perlu menambahkan nilai tambah (value added). Persepsi terhadap nilai jadi ini penting agar dalam tiap tiap kegiatan berproduksi selalu hindari pemborosan (waste).

Pemborosan yakni segala aktivitas yang enggak beri tambahan nilai jadi tapi hanya mengeluarkan ongkos alias sanggup disebut semacam faedah yang diperoleh berasal dari kegiatan itu lebih rendah daripada cost yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan itu. Pemahaman terhadap konsep nilai malah juga pemborosan ialah benar-benar perlu dalam sistem produksi, supaya efisiensi yang merupakan tujuan utama berasal dari tiap tiap kesibukan berproduksi dapat tercapai dan juga dipahami secara logis oleh kubu manajemen perusahaan, bukan sebatas jargon saja. Produksi bisa disebut sebagai suatu kesibukan didalam perusahaan industri berupa pembentukan nilai malah dari input jadi output secara efisien serta efisien agar product semacam output dari sistem pembentukan nilai tambah itu mampu dijual bersama dengan harga yang lebih kompetitif di pasar global (Gasperz, 1996: 167).

 

Contoh Kasus Penggunaan Fungsi Produksi Cobb-Douglas

Analisis manfaat produksi Cobb Douglas bersama pendekatan regresi linier berganda dilaksanakan oleh Human (2010) di dalam skripsi yang berjudul Analisis Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kacang Panjang di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Musim Tanam 2010. Guna menganalisis manfaat mengolah Cobb Douglas terdapat lebih dari satu macam cara, salah satu diantaranya layaknya yang telah dikerjakan oleh Human (2010). Human (2010) menganalisis fungsi memproduksi Cobb Douglas bersama dengan metode transformasi regresi linier berganda. Dalam hal ini, sebelum akan menganalisis data, style Cobb Douglas wajib diubah ke didalam wujud linier dengan transformasi logaritma. Dengan demikianlah information yang dipakai termasuk perlu diubah dulu ke dalam wujud logaritma. Setelah didapatkan hasil penaksiran parameter, masih wajib dikerjakan transformasi balik, agar membutuhkan satu tahapan ulang untuk lakukan transformasi logaritma.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Pada Kondisi Jangka Pendek

Persamaan diatas kerap dikatakan fungsi produksi Cobb-Douglas (Cobb Douglas production function). Fungsi Cobb-Douglas diperkenalkan oleh Charles W. Cobb dan juga Paul H. Douglas terhadap tahun 1920. Guna memudahkan pendugaan terhadap persamaan tersebut maka persamaan selanjutnya diperluas secara umum juga diubah menjadi bentuk linier bersama dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut (Soekartawi, 2003) yakni:

LogY = Log a + b1 LogX1 + b2 LogX2 + b3 LogX3 +b4 LogX4 +b5 LogX5 + e

Karena penyelesaian manfaat Cobb-Douglas tetap dilogaritmakan dan juga diubah bentuknya jadi linier, maka persyaratan dalam memakai fungsi selanjutnya antara lain (Soekartawi, 2003) :

Tidak ada pengamatan yang punya nilai nol. Karena logaritma dari nol ialah suatu bilangan yang besarnya tak diketahui (infinite).

Dalam kegunaan memproses mesti diasumsikan bahwa enggak tersedia perbedaan tingkat teknologi pada tiap tiap pengamatan.
Tiap variabel X didalam pasar perfect competition. Perbedaan lokasi (pada kegunaan produksi) layaknya iklim yaitu telah tercakup terhadap segi kekeliruan (e).

Hasil pendugaan pada faedah Cobb-Douglas akan menghasilkan koefisien regresi (Soekartawi, 2003). Jadi besarnya b1 juga b2 terhadap persamaan 2.5 merupakan angka elastisitas. Jumlah berasal dari elastisitas adalah adalah ukuran returns to scale. Dengan begitu, barangkali ada 3 alternatif, yaitu (Soekartawi, 2003):

Decreasing returns to scale, andaikata (b1 + b2) < 1. Adalah tambahan hasil yang makin lama menurun atas skala produksi, masalah dimana output bertambah dengan jatah yang lebih kecil berasal dari pada input ataupun seorang petani yang manfaatkan semua inputnya sebesar 2 kali dari semula menghasilkan output yang tidak cukup berasal dari dua kali output semula.

Constant returns to scale, seumpama (b1 + b2) = 1. Yaitu tambahan hasil yang konstan atas skala produksi, jikalau semua input naik di dalam proporsi yang spesifik dan juga output yang diproduksi naik di dalam bagian yang pas sama, kecuali segi produksi di dua kalikan maka output naik sebesar dua kalinya.

Increasing returns to scale, jikalau (b1 + b2) > 1. Merupakan tambahan hasil yang meningkat atas skala produksi, masalah di mana output makin tambah bersama jatah yang lebih besar berasal dari pada input.

Contohnya bahwa seorang petani yang merubah pemanfaatan semua inputnya sebesar dua kali berasal dari input mula-mula bisa menghasilkan output lebih berasal dari dua kali berasal dari output semula.

Fungsi Cobb-Douglas dapat dengan gampang dikembangkan bersama dengan gunakan lebih dari dua input (misal modal, tenaga kerja, serta sumber daya alam maupun modal, tenaga kerja produksi, serta tenaga kerja non produksi) (Salvatore Dominick, 2005).

Kelebihan fungsi Cobb-Douglas dibanding dengan fungsi-fungsi yang lain ialah (Soekartawi, 2003):

Penyelesaian faedah Cobb-Douglas relatif lebih enteng dibandingkan bersama manfaat yang lain. Fungsi Cobb-Douglas bisa lebih mudah ditransfer ke bentuk linier.

Hasil pendugaan garis melalui faedah Cobb-Douglas akan membuahkan koefisien regresi yang sekaligus termasuk menunjukkan besaran elastisitas.
Besaran elestisitas selanjutnya sekaligus juga memperlihatkan tingkat besaran returns to scale.

Walaupun kegunaan Cobb-Douglas membawa kelebihan spesifik dibandingkan bersama faedah yang lain, enggak bermakna fungsi ini bukan punya kelemahan-kelemahan. Kekurangan yang dijumpai di dalam faedah Cobb-Douglas merupakan (Soekartawi, 2003):

1. Spesifikasi variabel yang keliru

Spesifikasi variabel yang salah akan membuahkan elastisitas memproduksi yang negatif alias nilainya benar-benar besar alias sangat kecil. Spesifikasi yang tidak benar terhitung sekaligus akan mendorong terjadinya multikolinearitas pada variabel independen yang dipakai.

2. Kekeliuran pengukuran variabel

Kesalahan pengukuran variabel ini terdapat pada validitas data, apakah data yang dipakai sudah benar maupun sebaliknya, amat Ekstrim ke atas alias ke bawah. Kekeliuran pengukuran ini bakal memicu besaran elastisitas menjadi terlalu tinggi alias terlalu rendah.

3. Bias terhadap manajemen

Variabel ini sulit diukur didalam pendugaan faedah Cobb-Douglas, dikarenakan variabel ini erat hubungannya dengan pemakaian v ariabel mandiri yang lain.

4. Multikolinearitas

Meski terhadap biasanya udah diusahakan agar besarnya korelasi pada variabel mandiri diusahakan enggak benar-benar tinggi, tapi didalam praktek persoalan multikolinearitas ini sukar dihindarkan

5. Data

a. Bila information yang dipakai cross section maka information berikut kudu membawa variasi yang cukup.

b. Data tak boleh punya nilai nol alias negatif, karena logaritma dari bilangan nol ataupun negatif yakni tak terhingga.

6. Asumsi

Asumsi-asumsi yang perlu diikuti di dalam mengfungsikan fungsi Cobb- Douglas yaitu teknologi diakui netral, bermakna intercept boleh berbeda, namun slope garis peduga Cobb-Douglas diakui sama. Padahal belum tentu teknologi di tempat penelitian merupakan sama.

Secara simbolis beraneka bentuk fungsi produksi di atas dituliskan seperti berikut: Qo = f(L,K) Bila seluruh input yang dipergunakan di dalam fungsi mengolah selanjutnya ditambahkan dengan kelipatan yang sama, misalkan “k” kapital, maka paham akibatnya output akan berubah jadi Q* yang lebih besar dari Qo. Q* = f(kL, kK) Dalam hal ini ada tiga barangkali yang dapat berjalan terhadap besarnya Q* (dibandingkan bersama dengan Qo dan k) ialah:

1.Apabila Q* > Qo bersama dengan kelipatan k, maka fungsi produksi tersebut berderajat satu atau constant return to scale.

2. Apabila Q* > Qo dengan kelipatan lebih kecil dari k, maka faedah produksi tersebut berderajat lebih kecil berasal dari satu ataupun increasing return to scale.

3.Apabila Q* > Qo bersama dengan kelipatan lebih besar berasal dari k, maka manfaat produksi selanjutnya berderajat lebih berasal dari satu ataupun increasing return to scale.

Contoh persoalan penggunaan fungsi memproses Cobb-Douglas

Studi yang ditunaikan oleh Susilo (2005) dengan topik Pengaruh Pakan dan juga Jam Kerja Terhadap Produksi Susu Sapi Perah. Memakai kegunaan mengolah Cobb-Douglas. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa pakan konsentrat, pakan katul serta pakan hijauan menambahkan efek positif juga vital terhadap memproses susu sapi perah di Kec. Jatinom, Kab. Klaten. Jam kerja efisien untuk mengelola sapi laktasi termasuk memiliki dampak positif dan juga vital terhadap produksi susu sapi.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Jangka Pendek

Jangka pendek (short run) merupakan jangka selagi di mana jumlah masukan (input) khusus tidak mampu diubah. Faktor senantiasa (fixed fa ctor ) yakni aspek memproses yang tidak sanggup dilengkapi didalam jangka pendek, biasanya yakni elemen dari modal (seperti pabrik serta peralatan), tapi mungkin juga berupa tanah, layanan manajemen ataupun apalagi pasokan tenaga kerja terampil. Masukan (input) yang bisa berubah di dalam jangka pendek dinamakan aspek variabel (Lipsey, 1987: 187). Fungsi mengolah yang paling banyak dipergunakan oleh para ahli ekonomi yakni faedah mengolah Cobb-Douglas yang mengambil alih bentuk linier-logaritmik. Apabila input modal dianggap selalu didalam periode memproduksi jangka pendek, dan juga cuma terkandung satu input variabel tenaga kerja yang dipertimbangkan di dalam asumsi produksi, maka kegunaan mengolah Cobb-Douglas jangka pendek, dinotasikan di dalam type tersebut (Gaspersz, 1996: 196):

Q = δLβ

δ yakni konstanta yang di dalam fungsi produksi Cobb-Douglas jangka pendek yaitu indeks efisiensi yang mencerminkan hubungan pada kuantitas output yang diproduksi (Q) dan kuantitas input tenaga kerja yang dipergunakan (L).

Semakin besar nilai konstanta δ, efisiensi pemakaian input tenaga kerja (dan/maupun input variabel lain) makin lama tinggi. Perubahan tingkat teknologi semacam: menambahkan peralatan produksi modern, pendidikan serta pelatihan tenaga kerja dalam metode produksi, dll., bakal tercermin melalui nilai konstanta δ dalam faedah mengolah Cobb-Douglas baru lebih besar dari kegunaan memproduksi Cobb-Douglas lama.

 

Fungsi Produksi Cobb-Douglas Jangka Panjang

Jangka panjang (long run) yaitu periode pas di mana seluruh input barangkali berubah, namun teknologi dasar produksi tidak berubah. Dan Juga, jangka panjang tak tersedia hubungannya bersama dengan jangka waktu tertentu. Pentingnya jangka panjang dalam teori produksi ialah dikarenakan jangka panjang terkait bersama dengan kondisi yang dihadapi perusahaan jikalau tengah merencanakan bisnis, guna memperluas skala operasinya,untuk mengembangkan produk baru alias daerah baru, atau untuk memoderenisasikan, mengganti alias menata lagi metode produksi perusahaan.}

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

five × 1 =