Ciri Industri Kecil Dan Sederhana Stpm

Ciri Industri Kecil Dan Sederhana Stpm – Industri kecil mempunyai kedudukan, potensi dan juga kegunaan yang terlalu strategis didalam mewujudkan target pembangunan nasional. Mengingat peranannya di dalam pembangunan, industri kecil mesti tetap dikembangkan dengan motivasi kekeluargaan, saling bahu-membahu, saling memperkuat pada usaha kecil juga besar di dalam rangka pemerataan juga mewujudkan kesejahteraan yang sebesar-besarnya untuk semua rakyat Indonesia. Guna mewujudkan obyek itu, pemerintah juga masyarakat kudu bekerjasama. Warga sebagai pelaku utama pembangunan, sedangkan pemerintah harus untuk mengarahkan, membimbing, mengayomi
dan juga menumbuhkan iklim usaha.

Utamanya fungsi industri kecil dalam menumbuhkan perekonomian nasional ditunjukkan bersama diteguhkannya UU RI nomer 20 th. 2008 perihal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dalam Undang-Undang ini dikendalikan bila pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan juga Menengah perlu diadakan secara menyeluruh, maksimal dan juga berkelanjutan melalui peningkatan iklim yang kondusif, bantuan kesempatan berusaha, dukungan, pertolongan dan juga perluasan yang seluas-luasnya, sehingga sanggup tingkatkan kedudukan, peran, serta potensi Usaha Mikro, Kecil juga Menengah di dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan menaikkan penghasilan rakyat, pembukaan lapangan kerja, juga pengentasan kemiskinan.

 

Ciri Industri Kecil Dan Sederhana Stpm

A. Penjelasan Industri

Makna industri merujuk UU Nomor 5 Tahun 1984 mengenai Perindustrian yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang 1/2 jadi, dan juga ataupun barang jadi menjadi barang bersama dengan nilai yang kian tinggi untuk penggunaannya, juga aktivitas rancang bangun juga perekayasaan industri.

Perusahaan industri yaitu sebuah unit usaha yang lakukan aktivitas merubah satu barang basic jadi barang jadi maupun barang setengah jadi atau dari barang yang tidak cukup nilainya jadi barang yang makin besar nilainya yang terdapat di sebuah bangunan atau terhadap wilayah tertentu yang membawa catatan administrasi sendiri tentang mengolah juga struktur biaya, juga ada orang yang bertanggung jawab pada dampak usaha (BPS, 1990).

Menganut Kamus Ekonomi(1998), industri yakni usaha produktif, terlebih di dalam bidang mengolah maupun perusahaan tertentu yang memakai modal dan juga tenaga kerja dalam kuantitas yang relatif besar.

 

B. Makna Industri Kecil

Industri kecil merupakan kegiatan industri yang dikerjakan di rumah-rumah penduduk yang pekerjanya adalah anggota keluarga sendiri yang tak terikat jam kerja serta tempat. Industri kecil sanggup juga disimpulkan sebagai bisnis produktif diluar bisnis pertanian, baik itu yakni mata pencaharian utama atau sampingan (Tambunan, 1999). Industri kecil yakni industri yang berskala kecil serta industri rumah tangga yang diusahakan untuk menaikkan pendapatan keluarga.

Industri Kerajinan Kecil mencakup bermacam industri kecil yang terlampau banyak ragam menjadi industri kecil yang memanfaatkan teknologi simple sampai teknologi sistem madya bahkan teknologi maju. Kecuali kekuatannya guna sedia kan lapangan pekerjaan serta peluang guna meraih penghasilan bagi kelompok-kelompok yang berpendapatan rendah lebih-lebih di pedesaan, industri kerajinan kecil terhitung didorong atas landasan budaya yaitu mempertimbangkan kegunaan pentingnya didalam pelestarian warisan budaya Indonesia.

Berdasar BPS, penggolongan sektor industri dikerjakan ke dalam empat golongan menurut banyaknya pekerja yang bekerja terhadap industri tersebut, yakni :

Industri besar, bersama tenaga kerja 100 orang atau lebih.

Industri sedang, bersama tenaga kerja antara 20 sampai 99 orang.

Industri kecil, bersama tenaga kerja pada 5 hingga 19 orang.

Industri tempat tinggal tangga, bersama dengan tenaga kerja 1 hingga 4 orang.

 

C. Ciri-ciri Industri Kecil

Merujuk Djoko Sudantoko dan Panji Anoraga (2002) secara umum sektor industri kecil punya ciri-ciri yaitu:

Sistem pembukuan yang relatif simpel dan cenderung tak ikuti kaidah administrasi pembukuan standart. Kadangkala pembukuan tidak di-up to date sehingga sukar untuk menilai kinerja usahanya.
Margin bisnis yang condong tipis mempertimbangkan kompetisi yanng benar-benar tinggi

 

Modal terbatas

Pengalaman manajerial dalam mengelola perusahaan tetap terlampau terbats

Skala ekonomi yang terlampau kecil, supaya sulit menghendaki bisa menghimpit cost mencapai titik efisiensi jangka panjang.
Kompetensi perusahaan dan negosiasi juga diversifikasi pasar terlalu terbatas.

Kompetensi guna memperolah sumber dana dari pasar modal rendah, mengingat keterbatasan dalam metode administrasinya. Untuk meraih dana berasal dari pasra modal, sebuah perusahaan perlu mengikuti metode administrasi standar juga wajib transparan.

Industri kecil di Indonesia memiliki tantangan yang lumayan berat yakni kompetisi bersama industri skala menengah dan juga besar.
Namun, menganut Tambunan industri kecil tetap dibina perkembangannya oleh pemerintah bersama berbagai alasan, antar lain:

Mekanisme produksinya sangat padat tenaga kerja, berarti perkembangannya dapat memperluas kesempatan kerja dan tingkatkan penghasilan.

Indutri kecil makin banyak terkandung di tempat pedesaan dan juga kegiatannya lebih berorientasi ke sektor pertanian, agar peningkatan industri kecil juga yaitu satu landasan atau sistem awal berasal dari industrialisasi yang berorientasi agrobisnis di pedesaan.

 

Umumnya industri kecil Mengenakan teknologi sederhana

Sumber utama dana guna pembayaran aktivitas industri kecil tersebut kebanyakan berasal berasal dari uang si pemilik bisnis itu sendiri.
Industri kecil dipandang makin sanggup memenuhi kebutuhan penduduk bersama penghasilan rendah.

Disamping itu industri kecil merupakan industri yang mampu bertahan didalam menghadapi dinamika kehidupan ekonomi yang terjadi. Industri kecil tak mempunyai strategi resmi ataupun siasat tertera secara formal. Strategi yang dipergunakan nampak begitu saja juga kerap direvisi selama saat dalam menghadapi tantangan dan kesempatan yang timbul pada kala tersebut. Industri kecil kian enteng beradaptasi dikarenakan rentang kendali langsung dilaksanakan oleh pemiliknya sendiri. Kemampuan beradaptasi atau penyesuaian inilah yang mengakibatkan industri kecil mampu bertahan dalam hadapi dinamika ekonomi yang terjadi. (Sri Susilo, dkk, 2002)

Apabila dibandingkan bersama industri skala besar, sub sektor industri kecil memilki sebagian kebaikan. Kebaikan industri kecil yaitu sebagai berikut:

 

Lebih padat karya

Memiliki sejumlah fleksibelitas juga kapabilitas adaptasi yang sukar dikerjakan oleh industri tengah atau industri besar.

Lokasinya sanggup raih area pedesaan supaya cocok bersama usaha pembangunan daerah

Kurang terbujuk oleh fluktuasi perekonomian.

Peran perlu industri kecil tidak cuman yaitu wahan utama didalam penyerapan tenaga kerja, terhitung sebagai penggerak roda ekonomi serta pelayanan masyarakat. Hal itu dimungkinkan mengingat karakteristik industri kecil yang tahan terhadap krisis ekonomi dikarenakan dilakukan dengan ketergantungan yang rendah terhadap pendanaan sektor moneter dan juga keberadaannya tersebar di semua pelosok negeri supaya yaitu jalan distribusi yang efisien untuk menjangkau beberapa besar masyarakat.

 

Contoh Industri Kecil Dan Sederhana Di Indonesia

Menurut Peraturan Kementerian Perindustrian No. 64 th. 2016. Kegiatan bisnis industri ditetapkan berdasar kuantitas tenaga kerja juga nilai investasinya dibagi jadi 3, yakni: industri kecil, industri menengah, dan juga industri besar.

Definisi industri kecil adalah sebuah industri yang mempunyai karyawan maksimal 19 orang, juga nilai investasi yang dimiliki tidak cukup berasal dari 1 miliar rupiah, tidak juga tanah dan juga bangunan area usaha.

Berikut ini umpama berasal dari industri kecil di Indonesia, yakni:

Industri pengolahan rotan

Industri ukiran kayu

Industri genteng

Industri batubata

Industri pembuatan kue

Industri tenun

Industri batik tulis

Industri mainan

Industri makanan ringan

dll

 

Industri kecil dan juga simple di penang Malaysia

Penang yakni salah satu negara bagian paling maju di Malaysia. Wilayah yang populer dengan industri kebugaran tersebut memiliki infrastruktur kelas wahid. Di lokasi pesisir timurnya terdapat tatanan jalur tol yang terdiri dari Jelutong Expressway (sekarang disebut Tun Dr Lim Chong Eu Expressway), Jembatan Penang, juga Jalur Cepat Bayan Lepas. Guna menolong jaringan jalan tol itu, Jalan Sultan Azlan Shah dijadikan sebagai akses utama yang melingkari negara anggota berupa pulau itu. Di kota itu sekarang terdapat dua jalur lingkar. Jalan Perak berperan sebagai jalur lingkar dalam, sedang Jalan Masjid Negeri dan Jalan Skotlandia jadi jalur lingkar tengah.

 

Memberikan Fasilitasi Permodalan/Sarana Produksi

Fasilitasi permodalan/sarana mengolah adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh pelaku IKM di dalam menjalankan usahanya, oleh dikarenakan itu wajib dijalankan fasilitasi meliputi :

 

1. Pemberian Dana Bergulir

Berdasar hasil observasi bila perlindungan dana bergulir oleh Pemerintah Kota Bontang untuk waktu ditutup, yakni sejak dari th. 2008 sampai selagi itu belum bisa diberikan ke pelaku UMKM, karena sambil menanti tatanan legalitas tata kelola Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Bantuan Dana Bergulir Pemkot Bontang terlalu dirasakan manfaatnya oleh pelaku IKM, gara-gara bersama suku bunga yang rendah yaitu 6 prosen per th. sangat mendukung IKM di dalam menumbuhkan usahanya. Dukungan permodalan tersebut adalah salah satu bentuk kepedulian untuk memberdayakan pada pelaku UMKM yang tersedia di Bontang.

 

2. Pemberian Sarana Produksi

Hasil observasi dilapangan apabila perlindungan layanan produksi yang diberikan oleh Dinas Perindagkop serta UMKM amat menopang pelaku IKM di dalam menambah kualitas dan juga jumlah produknya, agar produk yang dihasilkan sanggup berdaya saing tinggi. Namun demikianlah masih terkandung permasalahan terkait dukungan peralatan memproses pada IKM yakni : Masih terkandung peralatan yang diberikan kepada IKM tidak mampu digunakan, dikarenakan pemakaian peralatan selanjutnya membuahkan produk yang tidak cukup baik kualitasnya, disamping itu terdapat jg peralatan tak dapat digunakan oleh IKM sebab energi listrik peralatan tersebut telalu
tinggi, waktu kapasitas listrik yang dimiliki IKM terbatas.

 

Memberikan Fasilitas Pemasaran

Guna menopang akses pemasaran produk IKM Kota Bontang, maka

Dinas Perindagkop serta UMKM menambahkan sarana pemasaran lewat :

 

1. Fasilitasi Outlet Penjualan

Menurut hasil riset bahwa fasilitasi outlet penjualan secara umum sangat berfungsi bagi pelaku IKM, sebab dengan terdapatnya fasilitasi ini dapat menunjang pemasaran produk IKM supaya bisa meningkatkan penjualan produk. Namun demikian masih terkandung persoalan yang keluar yakni : tidak lancarnya pembayaran atas barang IKM yang terjual di outlet sepinggan Balikpapan, sehingga bakal menggangu perputaran modal pelaku IKM. Hal itu terjadi gara-gara pihak pengelola outlet yang sudah ditunjuk oleh Dinas Perindagkop juga UMKM Kota Bontang wajib tunggu duit hasil penjualan terkumpul lebih dahulu baru diserahkan ke pihak IKM, tak hanya itu kadang terhitung dipakai untuk mengatasi gaji petugas outlet saat gaji mereka belum cair berasal dari Dinas, nanti sesudah gaji mereka cair berasal dari Dinas baru digantikan duit penjualan IKM. Masalah lain yang muncul adalah di outlet UMKM center yang berlokasi di Bontang yakni : Sebagian produk yang tersedia kurang laris, agar kerap berjalan product yang kadaluarsa. Hal itu diakibatkan karena faktor daerah penjualan UMKM center yang tampilannya dari luar kurang jelas dicermati oleh kastemer dan terkesan hanya sebagai kantor saja, padahal tak hanya dimanfaatkan sebagai kantor UPT dana bergulir juga sebagai daerah penjualan produk IKM.

 

2. Promosi/Pameran

Kegiatan promosi/pameran yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan juga UMKM Kota Bontang merupakan keliru satu kesibukan yang sangat digemari dan juga diminati oleh pelaku IKM, bahkan kecuali promosi/pameran ditunaikan di luar area. Dari hasil observasi tunjukkan apabila pelaku IKM terlalu bahagia bersama dengan ada kesibukan pameran yang melibatkan IKM, dikarenakan kesibukan promosi/pameran yakni kesempatan yang baik guna mendapatkan penjualan secara maksimal. Disamping itu kegunaan lain yang bisa diperoleh oleh IKM pada pas pameran adalah menjalin kerjasama pemasaran dan bahan baku, dan sanggup melihat, membandingkan juga mengadopsi inovasi produk yang ditampilkan tempat lain. Permasalahan yang berlangsung adalah pengembangan penjualan yang didapatkan IKM cuma cuman terhadap sementara pameran saja, bakal tapi setelah pasca pameran tak terjadi perluasan penjualan. Padahal tujuan utama dilaksanakannya kegiatan pameran adalah untuk mempromosikan potensi produk unggulan dan membuka peluang investasi wilayah, sehingga berhubungan kerjasama di bidang pemasaran.

 

3. Sertifikasi

Berdasarkan observasi dilapangan bila fasilitasi sertifikasi oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Bontang terlampau berfaedah terhadap pelaku IKM terutama sertifikasi halal, karena bersama dengan sertifikasi halal ini dapat mengimbuhkan keyakinan pembeli terhadap kehalalan suatu product yang di pasarkan agar akan menaikkan penjualan produk IKM. Adapun permasalahan yang berlangsung merupakan sistem pengurusan sertifikasi halal yang agak lama yaitu kira-kira 2 (dua) bulan. Hal ini diakibatkan gara-gara mesti lewat beberapa tahapan yakni terasa dari identifikasi syarat-syarat permintaan sampai terhadap tahap audit internal bersama melaksanakan survey di wilayah tempat usaha, sehabis itu hasil dari audit internal dikerjakan sidang fatwa oleh para Kiyai LP POM MUI guna menentukan layak atau tidak guna meraih sertifikat halal. Selain itu untuk pengurusan sertifikat halal ini wajib melalui LP POM MUI Samarinda dikarenakan di Bontang belum terbentuk LP POM. Kemudian pengurus LP POM MUI Samarinda umumnya berpofesi sebagai dosen, supaya disaat akan dilaksanakan audit internal wajib sesuaikan waktunya agar tak mengganggu aktifitasnya sebagai dosen.

Loading...
0 Shares

Leave a Reply

10 + seventeen =